KADIN Indonesia Dorong Kampus Lahirkan Wirausaha muda

78

JAKARTA-Perguruan Tinggi diharapkan mampu mendorong semangat entrepreneur di kalangan mahasiswa dengan memperkenalkan dunia wirausaha.
Sehingga lulusan perguruan tinggi bisa berwirauaha, menciptakan bisnis dan lapangan kerja.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) Eddy Ganefo mengatakan hal tersebut dalam Diskusi dan Dialog dengan kalangan mahasiswa dan dosen di Kampus Universitas Islam Negeri Ar-Raniry di Banda Aceh, Selasa 6 Februari 2018.

“Saat ini lulusan perguruan tinggi harus membekali dirinya dengan keterampilan dan jiwa wirausaha agar setelah lulus bisa langsung membangun usaha dan tidak lagi mencari-cari pekerjaan,” ujar Eddy Ganefo.

Untuk mendorong dan menghasilkan entrepreneur muda dari kalangan mahasiswa, lanjut Eddy Ganefo, pihak Kadin Indonesia siap bekerja sama dengan pimpinan kampus dalam menyelenggarakan kuliah umum mengenai seluk beluk bisnis dan pengenalan terhadap dunia usaha.

“Kami, Kadin Indonesia siap bekerja sama dengan kampus untuk mengenalkan dunia bisnis kepada mahasiswa melalui kuliah-kuliah umum secara berkala maupun memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mengelola usaha bersama para pelaku usaha yang ada di Kadin,” kata Eddy Ganefo.

Menanggapi ajakan Kadin Indonesia, Wakil Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Syamsurizal menilai bahwa menumbuhkan jiwa entrepreneur sangat penting bagi mahasiswa untuk masuk dalam dunia aplikasi sehingga tidak hanya memahami teori-teori semata.

“Kami siap untung sharing ide dan berbagi pengalaman mengelola bisnis bersama-sama Kadin,” ujar Syamsurizal.

Sementara itu Petrus Chandra selaku pelaku bisnis dari Kadin Indonesia menilai hasil bumi dan alam Aceh luar biasa kaya dan harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Aceh.
“KADIN ingin mengembalikan kejayaan Aceh dengan bekerjasama investasi khususnya di sektor pertanian padi dan kelapa yang tumbuh subur di Aceh,”ujar Petrus.

Menurut Petrus, sektor pertanian harus terus dikembangkan di seluruh Indonesia agar ke depan Indonesia bisa melepaskan diri dari ketergantungan pada import bahan-bahan pangan. ***