Membangun Poros Maritim Harus Fokus dan Berkelanjutan

26

BOGOR-Himpunan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB (HA-FPIK IPB) mengapresiasi  visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia dan memajukan dunia Perikanan dan Kelautan. Namun demikian, HA-FPIK IPB mendesak pemerintah harus lebih fokus dan berkelanjutan mewujudkan visi tersebut. “Selama lebih dari dua tahun pemeritahan, kami  belum melihat fokus utama dan kerangka fundamental untuk mewujudkan visi menjadi poros maritim dunia yang berkelanjutan” ujar Ketua Himpunan Alumni Fakultas Perikanan IPB Abdul Aziz, di Bogor disela-sela acara RUAYA C-Day atau hari pulang Kampus Alumni Faultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Sabtu (3/9).

Menurutnya, seharusnya pemerintah mampu mewujudkan visi poros maritim, perikanan dan kelautan menjadi konsensus nasional yang kita fahami arah dan tujuannya.  “Saat ini kita (Indonesia) belum punya peta jalan, kerangka kerja, siapa melakukan apa. Hal ini sangat fundamental. Juga belum ada jaminan apakah program ini berkelanjutan dimasa mendatang,” tambah Aziz.

Aziz mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi mengeluarkan Inpres No. 7 Tahun 2016. Inpres ini sebagai rujukan melakukan percepatan pembangunan Industri perikanan nasional guna meningkatkan kesejahteraa masyarakat baik nelayan, pembudidaya, pengolah mau pun pemasar hasil perikanan.
Disamping itu, Inpres ini menjadi dorongan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan devisa negara. Inpres 7 Tahun 2016 ini diharapkan menjadi landasan kepada 25 (K/L, Gubernur dan Bupati) dan diistruksikan kepadanya utk mangambil langkah-langkah yg dperlukan secara terkoordinasi. “Terhadap situasi ini, bagi Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, kami komitmen untuk membantu mewujudkan visi pemerintah, dan saat inilah menjadi  kesempatan yang sangat baik untuk mengambil peran yang lebih nyata dengan visi besar pemerintahan saat ini,” ungkap Aziz.

Lebih lanjut dikatakan, alumni perikanan IPB juga komitmen untuk bersama-sama memajukan perikanan dan maritim Indonesia melalui kerjasama sinergis antara akademisi, dunia usaha dan pemerintah dalam membangun perikanan dan maritim Indonesia dengan membuka lapangan pekerjaan baru, menemukan inovasi-inovasi baru dalam pembangunan perikanan dan maritim pada masa kini dan yang akan datang. “Semua bisa diselesaikan jika para alumni bisa turun langsung membangun perikanan dan maritim Indonesia. Jangan sampai bicara perikanan dan maritim bukan dilakukan oleh para alumni perikanan karena kitalah yang paling mengerti tentang hal ini. Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB memiliki kompetensi yang tinggi  untuk membantu bersama-sama menyelesaikan persoalan ini” tegasnya.

Abdul Aziz  menghimbau kepada para alumni agar memanfaatkan laut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “jangan biarkan laut kita yang begitu luas terbentang luas tidak dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia khususnya bagi para nelayan. Oleh karena itu Kami mengharapkan semua alumni mengambil peran dalam menjadikan Indonsia sebagai poros maritim dunia,” harap Aziz.

RUAYA-C Day  2016, yang merupakan Hari Pulang Kampus Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB . Kegiatan yang bertemakan “Menghimpun Alumni  dan Civitas Akademika FPIK IPB memajukan Pembangunan Perikanan dan Kelautan” ini ditargetkan akan dihadiri minimal 2.000 orang alumni FPIK IPB yang berprofesi di berbagai bidang. Dalam Kegiatan Kegiatan RUAYA – C Day  2016,  akan dilakukan Expo Usaha dan Inovasi Hasil Perikanan dan Kelautan dan Pengukuhan Badan Pengurus Daerah HA FPIK IPB.

Juga dilaksanakan berbagai program yang akan dilaksanakan yaitu C-Fun Walk, C-Talk, C-Meet   Up, C-Competition , C-Expo , C-Fund Music Concert.  RUAYA-C Day 2016 juga  menjadi sarana  untuk mengkampanyekan “Ayo Kita Makan Ikan” sebagai gaya hidup yang baik. Makan ikan akan membantu untuk mencukupi kebutuhan protein Indonesia.