OJK Berdayakan Kelompok Pemuda Dalam Inklusi Keuangan Daerah

31

SURABAYA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Pejuang Muda Surabaya serta perwakilan dari Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yaitu PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, PT Bank Mega Tbk, PT Prudential Life Assurance, PT Asuransi Sinar Mas, dan PT Pegadaian (Persero) menyelenggarakan program pemberdayaan kelompok pemuda usia produktif menjadi “Pejuang Muda” perintis UMKM.

Pengukuhan program “Pejuang Muda” di Kaza City Mall Surabaya  ini dihadiri oleh Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dan Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Soekamto.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Agustus tahun 2015, tercatat jumlah angkatan kerja Indonesia adalah sebanyak 122,4 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, jumlah penduduk yang bekerja hanya sebanyak 114,8 juta jiwa sedangkan sebanyak 7,6 juta jiwa masih belum memiliki pekerjaan. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk terus aktif berupaya dalam menurunkan angka pengangguran  serta mengembangkan potensi yang ada guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Salah satu arah kebijakan dan strategi pemerintah yang tercantum dalam Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 adalah peningkatan lapangan pekerjaan sehingga tingkat pengangguran menurun. Guna menjawab tantangan dalam menurunkan tingkat tuna karya diperlukan penciptaan lapangan pekerjaan yang memprioritaskan usaha-usaha untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, di bidang edukasi keuangan OJK telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada berbagai kelompok masyarakat di pelosok Indonesia, agar dapat memperoleh informasi tentang sektor jasa keuangan dengan melibatkan LJK.

Program yang diperuntukan bagi sekitar 200 orang pemuda usia produktif di Surabaya yang belum memiliki pekerjaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta produktifitas para pemuda untuk dapat membuka usaha dan meningkatkan pendapatannya. “Juga meningkatkan pemahaman para pemuda mengenai pengelolaan keuangan, kewirausahaan, produk dan/atau layanan jasa keuangan (manfaat, risiko, hak, kewajiban, dan biaya),”   ujar Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono.

Selain itu, program ini dirancanag untuk membangun rasa percaya dan memberikan kemudahan kepada para pemuda untuk mengakses LJK. Disamping itu, juga meningkatkan pemanfaatan produk dan/atau jasa keuangan di kalangan pemuda. “Dan tentunya mendorong LJK untuk menyalurkan kredit/pembiayaan kepada pemuda dan/atau pemula usaha,” terangnya.

Program dilakukan dalam 3 (tiga) tahapan, tahap pertama telah dilaksanakan kegiatan pelatihan setiap minggu di bulan Mei 2016. Selanjutnya, pengukuhan Pejuang Muda pada hari ini, juga bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Surabaya ke-723 di Kaza City Mall. Sedangkan tahapan akhir adalah pendampingan dalam bentuk magang dan juga monitoring yang dilakukan selama 2 (dua) bulan di bawah bimbingan bapak angkat dari Pelaku Usaha Sektor Riil dan LJK.

Dengan program ini, diharapkan para kelompok pemuda di kota Surabaya dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk menciptakan peluang usaha baru sehingga tingkat pengangguran di kota Surabaya semakin menurun dan laju perekonomian semakin meningkat.