Pembangunan Pelabuhan Warnasari Tunggu Izin Kemenhub

78
oppmerak.dephub.go.id

CILEGON-Pembangunan Pelabuhan Warnasari, Cilegon belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Alasannya menungggu perizanan dari pemerintah pusat. “Ya kita masih menunggu izin dari Kemenhub, soal JVC dan lain-lain sudah,” kata Wali Kota Cilegon, Iman Ariyadi, Rabu (26/4/2017).

Selain perizinan dari Kementerian Perhubungan, kata Iman, Pemkot juga menunggu hasil kajian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). “Tinggal menunggu izin Amdalnya dari Kementerian Lingkungan Hidup, ini memang masih panjang. Tapi kita optimis ini diterima,” tambahnya.

Seperti diketahui, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) merupakan BUMD milik Pemkot Cilegon, yang bekerjasama dengan PT Bosowa Bandar Indonesia untuk membangun Pelabuhan Warnasari MoU. Adapun PT Bosowa Bandar adalah anak usaha Bosowa Coorporation.

Komposisi saham sebesar 51% dipegang oleh PT PCM selaku BUMD dan 49% dipegang oleh PT Bosowa Bandar Indonesia, pembangunan Pelabuhan Warnasari di atas lahan milik Pemkot Cilegon tersebut rencananya akan diselesaikan dalam waktu 1,5 tahun.

Salah satu target pembangunan Pelabuhan Warnasari ini, diprediksi untuk memangkas dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pelabuhan Warnasari ini akan menampung barang jenis cair dan curah kering. “Pelabuhan ini untuk pelabuhan cair dan curah kering. Curah kering itu untuk kepentingan semacam makanan, kalau cair itu kan ada kimia dan lain sebagainya,” tambahnya.

Iman menytakan, selama ini masalah yang dihadapi pemerintah pusat adalah soal dwelling time yang memakan waktu 3 hari. Meski begitu, pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan menargetkan bongkar muat di pelabuhan menjadi 2,5 hari. “Dwelling time ini kan jadi problem pemerintah pusat, apakah dengan dua pelabuhan dan aktifitas di perairan Banten itu banyak bisa menyelesaikan masalah dwelling time, lama proses bongkar muat,” tambah Iman.

Saat ini Cilegon sudah mempunyai 3 pelabuhan yakni pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), Pelabuhan Indah Kiat dan pelabuhan Pelindo. “Dan itu otomatis akan membongkar curah cair, curah kering itu pasti di sini, yang untuk bongkar petikemas pasti larinya ke Tanjung Priok,” lanjut Iman.

Dengan bertambahnya pelabuhan yang rencananya akan diberi nama pelabuhan PT Cilegon Mandiri Bosowa Warnasari, lanjut Iman, nantinya bakal mempermudah proses bisnis di perairan Banten yang saat ini penuh dengan aktifitas kapal bongkar muat. “Pasti akan terpecah, jadi kayak di Cilegon ini kan ada 3 pelabuhan, ada KBS, Pelindo, dan Indah Kiat, otomatis kan akan semakin cepat. Intinya kan kapal itu banyak yang datang, pasti kan akan terpecah,” paparnya. ***