Posisi Uang Beredar April 2019 Tercatat Rp5.744,0 Triliun

85

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada April 2019. Data BI menyebutkan posisi M2 tercatat Rp5.744,0 triliun atau tumbuh 6,2% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,5% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunkasi BI, Onny Widjanarko mengatakan perlambatan M2 terutama disebabkan oleh komponen uang kuasi yang tumbuh sebesar 6,2% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,0% (yoy).

“Sementara itu, komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) serta surat berharga selain saham tumbuh meningkat, masing-masing tumbuh sebesar 5,8% (yoy) dan 31,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 4,8%(yoy) dan 23,7% (yoy),” jelasnya.

Berdasarkan faktor yang memengaruhi jelas Onny, perlambatan pertumbuhan M2 terutama dipengaruhi oleh kontraksi pertumbuhan aktiva luar negeri bersih dan perlambatan pertumbuhan kredit. Aktiva luar negeri bersih tumbuh negatif sebesar -5,8% (yoy) pada April 2019, lebih dalam dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar -3,7% (yoy) seiring meningkatnya kewajiban sistem moneter kepada non residen di tengah posisi cadangan devisa yang relatif stabil.

Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan pada April 2019 tercatat sebesar 11,0% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 11,5% (yoy).

Sementara itu, operasi keuangan pemerintah pada April 2019 mengalami ekspansi tercermin dari peningkatan tagihan bersih sistem moneter kepada Pemerintah Pusat, yaitu dari -9,1% (yoy), berbalik arah menjadi tumbuh positif sebesar 5,1% (yoy), sejalan dengan perlambatan rekening giro Pemerintah Pusat di sistem moneter.

“Suku bunga kredit cenderung stabil pada April 2019, sementara suku bunga simpanan bergerak bervariasi,” ujarnya.

Hal tersebut tercermin pada rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada April 2019 sebesar 10,82%, relatif stabil dibandingkan dengan suku bunga kredit pada bulan sebelumnya sebesar 10,84%. Sementara itu, rata-rata tertimbang suku bunga simpanan berjangka tenor 1 bulan mengalami penurunan dari 6,84% pada Maret 2019 menjadi sebesar 6,80% pada April 2019.

“Suku bunga simpanan berjangka tenor 3 bulan dan 6 bulan tercatat relatif stabil masing-masing sebesar 6,83% dan 7,36%. Suku bunga simpanan berjangka waktu 12 bulan dan 24 bulan tercatat mengalami peningkatan dari 6,87% dan 7,26% pada Maret 2019 menjadi 6,93% dan 7,29% pada bulan laporan,” pungkasnya.