PPP: Ahok-Djarot Banyak Mengusung Nilai-nilai Islami

43

JAKARTA-Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pimpinan Djan Faridz mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Sikap kubu Djan ini berbeda dengan PPP pimpinan Romahurmuziy yang mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni bersama Partai Demokrat, PAN dan PKB.  “Kepemimpinan Ahok-Djarot banyak mengusung nilai-nilai islami sebagai rahkmatan lilalamim,” ujar  Ketua Umum PPP Djan Faridz  saat jumpa pers di Kantor DPP PPP, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (7/10).

Dia mengungkapkan beberapa pertimbangan partainya memilih sikap untuk mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur petahana, Ahok dan Djarot.

Sikap politik partai berlambang ka’bah itu diambil berdasarkan kesepakatan dalam rapat pleno DPP PPP tertanggal 4 Oktober 2016 dan hasil silaturrahmi seluruh pengurus wilayah PPP se-Indonesia pada 6 Oktober 2016.  “Sikap ini diambil berdasarkan rapat pleno DPP PPP tanggal 4 Oktober, pertimbangan untuk mendukung pasangan Ahok-Djarot,” jelasnya.

Tak hanya itu, DPP PPP juga melihat kerja nyata Ahok selama memimpin DKI Jakarta.

Menurutnya, sedikit banyak Ahok sudah mengakomodasi kepentingan umat. “Program renovasi masjid dan musolah, program mengumrohkan seluruh para pengurus masjid di DKI Jakarta, yang tidak pernah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya,” tuturnya.

Djan mengatakan, ingin minta izin terlebih dulu kepada Ahok untuk bergabung. Jika diizinkan, deklarasi akan dilakukan. “Kalau beliau sudah setuju baru kita deklarasi secara resmi,” kata Djan.

Meski merupakan partai Islam, PPP tidak menentukan dukungan berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). PPP melihat dari kerja nyata Ahok-Djarot selama ini. “Pemimpin daerah bukan lah pemimpin agama. Ahok dalam hal ini adalah calon gubernur, calon pelayan masyarakat,” pungkasnya.