Presiden: Korupsi Rp 10 Ribu pun Akan Saya Urus

35
ilustrasi

SURAKARTA-Presiden Joko Widodo menegaskan perang terhadap korupsi tidak akan pernah berhenti dan terus dilakukannya tanpa melihat jumlah nominal uang yang dikorupsi. Bahkan korupsi dengan nilai Rp 10 ribu pun akan diurusinya.

Karena itu, Kepala Negara mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar hati-hati terhadap urusan pungutan liar (pungli). “Tidak hanya urusan sertifikat, tidak hanya urusan SIM, tidak hanya urusan KTP, tidak hanya urusan izin-izin, semuanya akan saya awasi. Hati-hati. Saya sudah mengingatkan,” tegas Presiden Jokowi pada acara penyerahan 3.242 sertifikat tanah Pogram Strategis tahun 2016, di Lapangan Kota Barat, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (16/10) .

Menurut Presiden, pungutan liar (pungli) itu bukan urusan nilai uangnya. Demikian juga dengan pungli yang terjadi di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).  Banyak yang bilang, jumlah uang punglinya hanya sekian juta saja. “Bagi saya, bukan hanya urusan kecil-kecil seperti itu, yang lebih kecilpun akan saya urus. Bukan hanya urusan Rp500 ribu atau Rp1 juta, urusan Rp10 ribupun nanti akan saya urus,” tegas Presiden.

Presiden menilai, sekecil apapun uang pungli tetap saja meresahkan dan menjengkelkan. “Kita harus membangun sebuah budaya yang baik, budaya kerja yang cepat,” ujar Presiden.

“Memang kecil-kecil, hanya Rp100 ribu, hanya Rp50 ribu, tapi kalau dari Sabang-Merauke ada di kantor-kantor, ada di instansi, ada di pelabuhan, ada di jalan raya, kalau dihitung itu bisa puluhan triliun,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Presiden menegaskan, akan mengurus, mengontrol, dan mengawasinya. “Kalau urusan yang gede-gede, yang miliar, yang triliun, itu urusannya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” kata Presiden.

Sedangkan urusan pungli yang kecil-kecil akan diurusinya sendiri. “Saya urusan pungli yang Rp10 ribu, nggak apa-apa, urusan Rp100 ribu nggak apa-apa, urusan Rp200 ribu nggak apa-apa, tapi masyarakat senang, kalau ingin membuat sesuatu dilayani dengan senyum, dilayani dengan cepat. Keinginan saya hanya itu kok, nggak ada yang lain,” tutur Presiden.

Presiden menegaskan, bahwa sekarang ini sudah dibentuk tim sapu bersih pungli (Tim Saber Pungli). Karena itu, tidak boleh lagi rakyat disusahkan melainkan rakyat harus dimudahkan. “Semua keluhan tentang pungli yang disampaikan lewat facebook, twitter, dan sms selalu saya dengarkan dan saya cek ke lapangan,” tutur Presiden Jokowi.