Presiden Park Sanjung Kunjungan Presiden Jokowi ke Korea

168
Presiden Jokowi dan Presiden Park memberikan keterangan pers bersama di Korea (16/5).

KOREA-Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun Hye menyebut Indonesia merupakan negara perdagangan utama, negara tujuan investasi, dan mitra utama Korea Selatan di ASEAN. “Khususnya tahun ini, merupakan tahun ke-10 semenjak kedua negara menjalin hubungan kemitraan strategis sehingga kedua negara sedang menghadapi babak baru untuk menuju masa depan yang lebih baik dengan mencari berbagai cara untuk mewujudkannya,” ujar Presiden Park saat bertemu Presiden Joko Widodo di Korea, Senin (16/5).

Presiden Park menyampaikan rasa senangnya atas kunjungan Presiden Jokowi beserta delegasi dari Indonesia ke Korea.

Presiden Park menjelaskan, dia dan Presiden Jokowi telah menyusuri jejak perkembangan hubungan kedua negara selama ini. Kedua Kepala Negara  juga membicarakan berbagai upaya dan langkah memajukan kerja sama bilateral antara kedua negara mengenai tiga hal secara garis besar. “Pertama-tama, Indonesia dan Korea sepakat untuk memperkuat kerja sama untuk meningkat perdagangan dan investasi supaya kerja sama kedua negara tidak terpengaruh secara negatif oleh penurunan ekonomi global yang menimpa dunia baru-baru ini,” jelas Presiden Park.

Ia juga telah menegaskan bahwa saat ini sedang mencari tahu jalan untuk perluasan FTA dan memenuhi persyaratan FTA Korea-ASEAN untuk menciptakan lingkungan ramah investasi dan perdagangan.

Kedua negara, lanjutnya, telah menjalin banyak kerja sama yang baik di bidang infrastruktur dan pembangunan energi. “Saya dan Bapak Presiden Joko Widodo memiliki hal yang sama bahwa kini kedua negara harus memperkuat hubungan kerja sama untuk mengembangkan kekuatan baru supaya maju bersama-sama. Kedua negara sepakat untuk mempererat hubungan kerja sama khususnya di bidang industri kreatif, maritim, dan lingkungan,” tutur Presiden Park.

Lebih lanjut, Presiden Park menyampaikan bahwa Indonesia-Korea telah menandatandatangani berbagai MoU untuk membuat sinergi dalam bekerja sama sehingga membuahkan hasil yang nyata. “Kemudian selain kerja sama di bidang ekonomi, kedua negara akan memperluas bidang kerja sama antara lain pertukaran sumber daya manusia dan budaya, pertahanan dan industri pertahanan militer untuk menjunjung tinggi kemitraan yang lebih komprehensif antar kedua negara,” papar Presiden Park.

Pada tahun lalu, jelasnya, sebanyak 530 ribu warga kedua negara saling mengunjungi Indonesia dan Korea, dan saat ini sebanyak 400 ribu warga negara Korea dan Indonesia masing-masing yang beraktivitas di negara masing-masing. “Saya dan Bapak Presiden Joko Widodo memiliki persepsi yang sama terhadap pentingnya kegiatan pertukaran sumber daya manusia dalam menguatkan hubungan kerja sama kedua negara. Untuk mencapai hal tersebut, kami setuju mendorong pelaksanaan pengajaran bahasa dan mendorong implementasi program pertukaran para siswa dan remaja,” tambah Park.

Presiden Park juga menjelaskan bahwa negaranya akan terus-menerus mencurahkan perhatian khusus pada berbagai kegiatan budaya Indonesia supaya masyarakat Korea dapat mempelajari dan memahami budaya Indonesia. “Pada tahun depan, Pusat Budaya Korea-ASEAN akan didirikan di Busan, Korea Selatan. Dengan adanya pusat budaya tersebut diharapkan dapat tersedia lebih banyak kegiatan bagi masyarakat Korea untuk lebih mengenai budaya Indonesia,” terang Park.