Restorasi Gambut Perlu Dukungan Masyarakat

32
Kepala BRG, Nazir Foead

JAKARTA-Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan kemitraan dengan sejumlah organisasi masyarakat sipil untuk melakukan pembangunan sumur bor, penyekatan kanal dan pemetaan sosial desa-desa gambut. Hingga saat ini, telah terpasang 250 sumur bor di Kalimantan Tengah dan Riau. Bahkan tahun ini direncanakan dibangun 4000 sumur bor dengan fasilitas lengkap. “Selain itu juga sedang dibangun 60 sekat kanal bersama masyarakat,” ujar Kepala BRG, Nazir Foead usai Dialog Restorasi Gambut bersama Kantor Staf Presiden (KSP) dengan kalangan masyarakar sipil dan jurnalis pada (11/8).

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Utama KSP, dihadiri oleh wakil organisasi masyarakat sipil dari sejumlah daerah dan wartawan berbagai media.

Menurut Nazir Foead, pada 2016 ini, direncanakan akan dibangun 200-300 sekat . Pembibitan dibangun dengan kapasitas 24 ribu bibit dengan demo penanaman 80 hektar. Sementara itu, kegiatan konsultasi dan identifikasi masyarakat di 60 desa di Kalimantan Tengah juga sedang berlangsung. Menyusul dalam waktu dekat di Riau dan Sumatera Selatan dengan tambahan sekitar 40 desa.

Dalam dialog itu, Kepala BRG juga menyampaikan hasil kerja BRG selama enam bulan terakhir. Disebutkan bahwa BRG telah menyelesaikan peta indikatif restorasi gambut. Peta itu telah dikonsultasikan dengan sejumlah pihak termasuk dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Informasi Geospasial, Kementerian Pertanian, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Sementara itu, monitoring kondisi muka air gambut dilakukan dengan teknologi Sesame (alat pengukur sensor online). “BRG mewajibkan perusahaan untuk menggunakan teknologi Sesame dan sejenisnya. Ini juga menjadi alat deteksi dini terhadap kekeringan gambut yang berpotensi memicu kebakaran,” ujarnya.

Nazir Foead menegaskan BRG melakukan respon cepat terhadap pengaduan masyarakat mengenai pembukaan kanal di lahan gambut di Pulau Padang, Riau. Tim penilai BRG telah turun ke lapangan, pelaku pembukaan telah dipanggil. “Bersama dengan masyarakat, BRG sedang merancang penyekatan kanal di areal masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat di tingkat tapak, pelaku usaha dan kelompok masyarakat sipil dalam penyelamatan ekosistem gambut. “Upaya Pemerintah untuk menyelamatkan lingkungan, khususnya lahan gambut, perlu partisipasi dan kontrol publik yang kuat. Kelompok Masyarakat Sipil dan para jurnalis memegang peran vital  dalam urusan ini,” pungkasnya.