Surplus Neraca Perdagangan Mencapai USD 1,22 Miliar

32
ilustrasi

JAKARTA-Surplus neraca perdagangan Indonesia meningkat pada bulan September 2016 didukung oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas. Surplus neraca perdagangan tercatat sebesar 1,22 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada Agustus 2016 yang sebesar 0,36 miliar dolar AS. “Untuk keseluruhan triwulan III 2016, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 2,09 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus triwulan II 2016 yang sebesar 1,92 miliar dolar,” ujar Direktur Eksekutif  Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/10).

Menurutnya, neraca perdagangan nonmigas pada September 2016 mencatat surplus sebesar 1,90 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada Agustus 2016 yang sebesar 1,02 miliar dolar AS. Kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas (-9,77% mtm) yang melebihi penurunan ekspor (-1,35% mtm). Penurunan impor nonmigas terutama dipengaruhi oleh menurunnya impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, kendaraan dan bagiannya, pupuk, serta biji-bijian berminyak.

Sementara itu, penurunan ekspor nonmigas disebabkan oleh turunnya ekspor perhiasan/permata, mesin/pesawat mekanik, bijih, kerak, dan abu logam, barang-barang rajutan, dan biji-bijian berminyak.

Di sisi migas, defisit neraca perdagangan migas pada September 2016 tercatat sebesar 0,68 miliar dolar AS, relatif sama dengan angka bulan sebelumnya. Defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas (-6,78% mtm), terutama ekspor minyak mentah (-12,36% mtm), yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan impor migas (-2,97% mtm).

BI memandang bahwa kinerja neraca perdagangan pada September 2016 dan keseluruhan triwulan III 2016 positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan. “Ke depan, BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi kinerja neraca perdagangan serta mengupayakan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik,” pungkasnya.