Angka Golput di Pilkada Tangsel 2020 Capai 55%

Ilustrasi

TANGERANG-Angka Golongan putih (golput) dalam ajang pemilihan umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diperkirakan akan meningkat tajam pada kontestasi Pilkada Tangsel tahun 2020 ini.

Setiap pasang calon, juga dianggap memiliki keuntungan masing-masing dengan kondisi tingginya angka golput tersebut. 

“Ini harus menjadi perhatian bersama, bahwa angka golput bisa mencapai 55 persen. Maka kami katakan bahwa pemenang pilkada dalam survei kami dalam kurun waktu ini adalah golput,” jelas Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul di Ciater, Tangerang Selatan, Rabu 5 Agustus 2020.

Menurutnya, dengan tingginya angka kemenangan golput yang diprediksi mencapai 55 persen, atau 10 persen lebih tinggi dibanding Pilkada 2015 lalu, yang hanya 44,9 persen.

Seharusnya, menjadi perhatian besar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel, dalam meningkatkan angka partisipasi pemilih di tengah ancaman Pandemi Covid-19 ini. 

“Alasan terbesar mengapa para pemilih enggan ke tempat pemungutan suara (TPS), adalah karena ketakutan terpapar virus covid 19. Ini menjadi PR besar bagi KPU Tangsel, bagaimana bisa menerapkan sistem pemungutan suara yang berbasis protokoler covid 19, dan meyakinkan para pemilih untuk datang ke TPS,” jelas Adib.

Baca :  Partisipasi Pilkada Tangsel 2020 Ditargetkan 70%

Dari prediksi tingginya angka Golput dalam PilkadaTangsel, KPN juga melakukan simulasi Pilkada, yang menghadapkan para calon dengan golput dan tanpa golput.

Langkah tersebut, untuk menunjukan siapa calon yang diuntungkan atau dirugikan dengan tinggi atau rendahnya angka golput dalam Pilkada kali ini. 

“Ketika menampilkan hasil survei yang disandingkan dengan golput, hasilnya mengejutkan.bahwa golput menempati posisi 55 persen. Hasil survei menunjukan ketika angka golput tinggi, maka Siti Nur Azizah beserta pasangannya yang diuntungkan,” kata dia. 

Namun, jika angka golput dapat ditekan rendah, maka pasangan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan yang diuntungkan, karena memperbesar persentase kemenangan, walaupun mereka tetap unggul pada tingkat golput yang tinggi.

Baca :  KPU Tangsel Tunggu Petunjuk Administrasi Tahapan Pilkada

“Ini menunjukan bahwa Benyamin Davnie berkepentingan memperkecil angka golput untuk memperbesar peluang menangnya. Namun sebaliknya Siti Nur Azizah berkepentingan memperbesar angka golput guna meningkatkan peluang kemenangannya. Ini menjadi tolak ukur kita dalam melihat pola-pola kampanye para calon-calon ini nantinya,” jelas Adib.

Sementara, untuk survei yang dilakukan, ketika responden tidak dihadapkan dengan golput, maka hasilnya Benyamin Davnie memperoleh elektebilitas tertinggi dengan 32,9 persen. Disusul oleh Muhammad 25 persen dan Siti Nur Azizah 21,5 persen. 

“Diposisi Wakil, yang memperoleh peringkat tertinggi adalah Ruhamaben dengan 6,5 persen disusul Pilar Saga Ichsan 4,6 persen dan kemudian Rahayu Saraswati 1,2 persen,” terang dia. 

KPN mengaku, survei awal yang dilakukan dalam menyongsong Pilkada Kota Tangsel, sangat menarik. Hal itu, didasari dari kepentingan elit-elit besar yang menempatkan keluarganya dalam Pilkada.

Baca :  Pilkada Tangsel, Paslon Muhammad-Saraswati Dapat Nomor 1

“Kita tertarik, sebenarnya ada ambisi apa sampai Wapres, Menhan hingga Ratu Tatu Bupati Serang menurunkan keluarganya di Pilkada Kota Tangerang Selatan ini,” jelas dia.

Melihat munculnya anak dan sanak keluarga tokoh-tokoh besar, hasil survei yang menunjukan kecilnya elektebilitas Rahayu Saraswati dibanding calon lainnya, menunjukan bahwa pemilih di Tangsel, merupakan pemilih rasional yang menitik beratkan pilihannya pada calon yang dikenal dalam lingkup harian mereka.

“Persentase terkecil saat ini Rahayu Saraswati, karena mungkin secara figur tidak dikenal oleh masyarakat Tangsel. Kalau sisi Muhammad kita lihat cukup bagus, jadi tinggal Saraswati yang perlu kerja ekstra keras untuk mengimbanginya,” terang Adib.

Survei ini dilakukan pada 17-24 Juli, mengunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 440 orang, sampling of error 4,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.