Jokowi Lemah Soal Ekonomi Makro dan Global

Minggu 18 Mei 2014, 8 : 58 pm
inilah.con

JAKARTA-Calon Presiden Jokowi diminta berani mengambil cawapres yang membuat trust (kepercayaan) kepada rakyat makin tinggi. Ada tiga calon yang membuat rakyat makin percaya, yakni Mahfud MD, Rizal Ramli dan Abraham Samad.
“Sebab trust dari rakyat itu modal capital yang tinggi dalam politik,” kata pengamat politik Universitas Paramadhina, Dr Herdi Syarazad dalam diskusi ‘Menakar integritas dan masa depan pemerintah produk Pilpres 2014’ bersama Agus Purnomo (PKS), Ahdie Massardi (GIB), dan  Kepala Lembaga Demografi UI, Sony Harry  Harmadi Minggu (18/5/2014).

Menurut Herdi, tiga cawapres ini mampu membawa Jokowi mewujudkan cita-cita Bung Karno, yakni Trisakti. “Selain itu juga dibutuh komitmen dan integritas tinggi para menteri. Makanya, sebelum membentuk cabinet, presiden terpilih perlu konsultasi dengan tokoh masyarakat, akademisi, dan professional agar terbentk kabinet yang tangguh,” ujarnya.

Diakui Herdi, pemilihan Cawapres yang tepat itu sangat  menentukan perekonomian Indonesia ke depan. “Saat ini politik transaksional telah gagal mewujudkan demokrasi, karena elit politik itu kerjanya lembek dan bermental korup,” ungkapnya

Oleh karena itu, lanjut Herdi, keseriusan Jokowi dalam memilih cawapres yang tepat bisa menjadi ukuran, apakah pemerintahan ini serius untuk rakyat atau tidak. “Kelemahan Jokowi itu pada hubungan internasional dan ekonomi global. Sebaiknya JK jadi negarawan saja. Sementara kalau Mahfudh MD bisa diharapkan dalam penegakan hukum dan tidak terlalu tua,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Sony Hary Harmadi meminta agar para capres membangun tim ekonomi yang solid, berpengalaman, professional dan  tak punya beban masa lalu, serta visioner dan berorientasi ke depan. “Kelompok akademisi harus diberi tempat. Jadi, capres terpilih harus memberi peluang pada kelompok akademisi yang memang berpengalaman kompeten, dan memiliki komitmen untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian ekonomi bangsa ini,” ujarnya

Menurut Sonny,  saat ini yang mendesak bagi para capres itu, antara lain, bagaimana strategi untuk mewujudkan cita-cita dan amanat konstitusi. Disini memerluka data kependudukan yang valid. Tanpa itu, maka kesejahteraan  tidak akan terwujud. “Untuk itu dibutuhkan tim ekonomi yang professional atau zaken kabinet, agar negara ini menghasilkan generasi yang kuat, cerdas, jujur, amanah, mandiri, dan maju,” imbuhnya. (ek)

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Produsen Otomotif Nasional Siap Produksi Mobil Listrik

TANGERANG-Sejumlah produsen otomotif di Indonesia telah siap memproduksi kendaraan listrik

Tawa Lepas Ganjar Pranowo Bersama Para Ketua Umum Jelang Penutupan Rapat

JAKARTA-Senyum dan tawa lepas terlihat jelang penutupan rapat mingguan Tim