Jokowi: RUU Pemilu Hindari Pasal Multitafsir

Tuesday 13 Sep 2016, 8 : 42 pm
by
Presiden Joko Widodo

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta agar rumusan dalam pasal-pasal Rancangan Undang-undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu)  tidak terperangkap pada kepentingan politik jangka pendek.

Karena itu, harus dipastikan bahwa UU Pemilu bisa menjamin proses demokrasi berjalan dengan demokratis, jujur dan adil.

“Jadi. pasal-pasal dalam RUU itu harus lebih jelas dan tidak multitafsir sehingga tidak menyulitkan penyelenggara pemilu dalam menjalankannya,” tegas Presiden Jokowi saat  memimpin rapat terbatas yang membahas tentang RUU Pemilu di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/9).

Dalam pengantarnya Presiden mengemukakan, sejak masa reformasi, undang-undang tentang pemilu baik Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden (Pilpres) sudah dirombak beberapa kali.

Bahkan setiap menjelang pemilu pasti ada perubahan undang-undang pemilu.

Baca juga :  Nurul: Golkar Berperan Penting Dalam Konsolidasi Politik Jokowi

Namun diakui Presiden, jika perubahan undang-undang pemilu merupakan sebuah keniscayaan sejalan dengan adanya dinamika sistem ketatanegaraan. Hal ini juga merupakan  bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas demokrasi.

Presiden berharap agar kerangka regulasi baru tentang pemilu harus menyesuaikan dengan putusan-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2013 yang memutuskan pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD serta pemilihan presiden- wakil presiden tahun 2019, akan dilaksanakan secara bersamaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

gatti

Adalah jurnalis senior yang memiliki spesialisasi dalam membuat analisis ekonomi dan politik.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

PHPU

Petrus: Polisi Tak Perlu Istimewakan Kasus Soenarko dan Kivlan Zen

JAKARTA-Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) menyampaikan protes keras atas sikap

Triwulan I-2015, ULN Indonesia Mencapai USD298,1 Miliar

JAKARTA-Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan I-2015