Kang Sobary: Jangan Percaya Mulut Manisnya Anies Baswedan

Anies Baswedan bersama Rizieq Shihab

JAKARTA-Budayawan Indonesia Mohamad Sobary menegaskan Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang tegas serta memiliki komitmen yang kuat terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, bangsa ini akan celaka sendiri jika memilih pemimpin yang hanya pandai berbicara retorika dan tidak bisa melaksanakan apa yang diucapkan. “Kalau pemimpin kayak Anies (Anies Basewan_red), yang cengar, cengir, wah nggak laku di republik ini,” ujar Kang Sobary.

Menurut Kang Sobary, pemimpin Indonesia harus meniru gaya Bung Karno dan Bang Ali Sadikin.

Salah satu ciri khas pemimpin sejati itu adalah gaya bicaranya yang blak-blakan serta berintonasi tinggi.  “Bang Ali dan Bung Karno itu memang lemah lembut? Tidak. Mereka sangat keras. Gayanya urakan dan bicaranya bentak-bentak. Bung Karno terkenal dengan ganyang Malaysia. Bang Ali juga demikian,” tegasnya.

Baca :  Guntur Romli: Reuni 212 Sepi, Bukti Publik Tidak Mendukung

Dia menegaskan, pemimpin itu tidak boleh mencla-mencle. Karena itu, semua yang dilakukannya harus selaras antara ucapan dan tindakan. “Pemimpin tidak cukup dengan kata-kata manis atau teoritis. Filosofi nggak penting. Masyarakat nggak ngerti soal itu. Kita sama-sama sekolah, jadi nggak perlu diajarin soal filosofi,” tuturnya.

Penulis buku “Kang Sejo Melihat Tuhan’ juga mengeritik keras pernyataan Anies Baswedan yang menyebutkan pemimpin tidak cukup hanya bekerja. “Saya katakan cukup. Untuk momentum ini, kita butuh pemimpin yang harus kerja dan kerja. Buktikan, buktikan. Jangan hanya ngoceh, monyong, ngoceh monyong. Jadi, stop bicara teori yang nggak jelas,” ucapnya.

Karena itu, pintanya pemilu dan pilkada sejenis harus dipandu oleh rasionalitas, hati yang bersih dan komitmen kenegaraan yang jelas. “Ini komitmen itu untuk diri kita. Kalau kita memilih pemimpin yang hanya pandai berbicara dan tidak bisa melaksanakan apa yang diucapkan maka kita akan celaka sendiri,” tegasnya.

Baca :  Glenn Fredly: Kita Dukung Orang Baik Pimpin Jakarta

“Kalau memilih pemimpin yang nyolong-nyolong maka program untuk kesehatan serta pendidikan masyarakat akan dicolong maka masyarakat tidak mendapatkan apa-apa,” pungkasnya.