Kontribusi Startup Terhadap PDB Nasional Relatif Kecil

Minggu 31 Mar 2024, 9 : 28 pm
by
Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki

YOGYAKARTA– Populasi starup di Indonesia terus berkembang pesat.

Saat ini terdapat 2.605 startup di Indonesia yang menempatkan Indonesia sebagai negara keenam dengan startup terbanyak di dunia.

Dari sisi valuasi terdapat 15 startup Indonesia yang tumbuh menjadi unicorn dan decacorn.

Namun sayangnya dari jumlah itu masih didominasi oleh startup yang bergerak di sektor perdagangan dan jasa pembiayaan.

Padahal kontribusi terhadap PDB nasional dan kesejahteraan masyarakat dari dua sektor ini relatif kecil.

“Ekosistem startup kita memang masih belum sebaik seperti Korea Selatan, Jepang, Belanda, atau Inggris tapi kami yakin banyak investor yang ingin masuk di startup asal kita siapkan mereka dengan baik, kita lakukan bisnis matching dan fasilitasi,” kata Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki dalam Lokakarya bertema Unlocking Global Success: Empowering MSMEs and Startups with Relevant Strategies and Pitching Mastery” di UGM, Yogyakarta, Rabu (27/3).

Baca juga :  BI Dorong Peran Industri Kembangkan Open Banking di Indonesia

Saat ini jelas Tetan, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berfokus untuk mengembangkan startup di empat sektor unggulan yaitu agribisnis, akuakultur, bisnis ramah lingkungan, dan teknologi.

“Target pengembangan startup pada keempat sektor ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan dampak positif sosial dan ekonomi nasional,” terangnya.

Dia menambahkan bahwa potensi pengembangan startup di empat sektor unggulan tersebut masih terbuka lebar.

Untuk itu pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan empat tahapan bisa dijalankan secara bersama-sama.

Keempat fase tersebut adalah kesesuaian dalam memberikan solusi suatu masalah (problem solution fit), kesesuaian pasar produk (product market fit), kesesuaian model bisnis (business model fit), dan keberlanjutan bisnis (sustainability over time).

Baca juga :  OJK Cabut Izin Usaha BPR Sekar Cikarang Bekasi

“Fase pertama dan kedua menjadi tahapan yang paling kritis sehingga diperlukan sinergi dan kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Salah satu permasalahan klasik yang dihadapi para startup adalah persoalan finansial.

Dengan dana terbatas, startup sangat bergantung pada model pendanaan dari angel investor dan modal ventura, termasuk impact fund atau tech capital, untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi mereka.

“Saya mengajak perusahaan modal ventura, bank, perusahaan fintech, aplikasi pendukung keuangan, dan lembaga donor untuk bersama-sama membantu startup dalam mengakses pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka,” imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Peradilan Semu Sedunia: FH UNPAR Terbaik ke 17

BANDUNG-Prestasi membanggakan di tingkat internasional berhasil diraih oleh tim dari

RS Kini Dapat Ajukan Klaim Covid-19 ke Kemenkes

JAKARTA-Direktur Jenderal Anggaran (DJA), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Askolani mengatakan rumah