Laba Bersih Maybank Semester I Naik 10,4%

Sunday 25 Aug 2013, 8 : 08 pm
by

KUALA LUMPUR-Maybank   mencatat Laba Sebelum Pajak dan Kepentingan Non Pengendali (PATAMI) meningkat menjadi RM3,07 miliar untuk enam bulan yang berakhir 30 Juni 2013 atau tercatat 10,4% lebih tinggi dari RM2,78 miliar PATAMI tahun lalu. Laba ini ditopang oleh kinerja kuartal kedua yang lebih kuat.  Laba Sebelum Pajak Grup tumbuh 7,5% menjadi RM4,22 miliar dibandingkan RM3,92 miliar pada Juni 2012.   “Saya gembira kinerja semester pertama kami  kuat, terutama dengan portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dan fokus yang berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja di tengah iklim eksternal yang menantang,” ujar  Chairman Maybank, Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor dalam surat elektroniknya Minggu (25/8).

Menurut dia, kinerja didukung dengan pertumbuhan kredit yang kuat sebesar 9,1%, kenaikan yang signifikan pada fee income dan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi di seluruh sektor bisnis. Selain itu, laba yang meningkat dari dua pasar utama, Singapura dan Indonesia serta bisnis perbankan Syariah yang mendukung kinerja Grup secara keseluruhan.

Fee income meningkat 22,7% dari kuartal sebelumnya dan 8,0% dari tahun sebelumnya, didukung terutama dari keuntungan portofolio investasi; pendapatan trading yang lebih tinggi terutama dari pendapatan brokerage Maybank Kim Eng’s di Thailand, serta kenaikan komisi, service charges dan fee.  Sementara fund based income tumbuh 8,2% dari tahun sebelumnya. Fokus Grup secara berkelanjutan pada pengelolaan biaya juga memperbaiki biaya overhead dalam total pendapatan, yang membantu meningkatkan laba bersih secara keseluruhan. 

Kredit Grup tumbuh 9,2% y-o-y dan 9,1% annualised, dengan akselerasi sebesar 12,3% pada kuartal kedua. Kredit di operasional Malaysia tumbuh 9,4% annualised semetara kredit pada operasional internasional tumbuh 8,4% dengan Indonesia menunjukkan kenaikan yang pesat pada pertumbuhan kredit pada kuartal kedua sebesar 27,2%.

Upaya bersama untuk meningkatkan simpanan sebagai bagian dari program pengelolaan aset dan kewajiban membukukan kenaikan simpanan Grup 14,6% annualised dengan kenaikan yang solid pada seluruh tiga pasar utama. Simpanan di Malaysia naik 12,7% sedangkan simpanan pada operasional internasional tumbuh lebih cepat sebesar 18,2%, terutama pertumbuhan dari Singapura yang mencatat kenaikan 27,1% dan Indonesia sebesar 12,0%.  Fokus untuk meningkatkan  Current Account & Savings Account (CASA) menunjukkan hasil karena Maybank berhasil meningkatkan rasio CASA menjadi 34,2% per June 2013 dari 33,1% tahun sebelumnya. Hal ini memungkinkan Grup memberikan tekanan pada marjin bunga bersih, yang hanya mengalami penurunan 3 basis poin dibanding tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, inisiatif untuk melalukan credit control yang ketat dan manajemen risiko membantu Grup menjaga kualitas aset dengan rasio impaired loans (bersih) membaik menjadi 1,09% per 30 Juni 2013, dibandingkan 1,28% tahun sebelumnya.  Provisi juga terkelola dengan baik, tetap pada 103,5%, sementara total rasio modal berada pada 14,51% (dengan asumsi reinvestment rate pada 85%).  Rasio Kredit terhadap Simpanan Nasabah (LDR) tetap terkendali sebesar 87.5% dari 86.9% tahun sebelumnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Peningkatan posisi cadangan devisa pada September 2021 antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan utang luar negeri pemerintah

Cadangan Devisa Agustus 2021 Sebesar USD144,8 Miliar

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir

Pemerintah Bahas Kesiapan Hadapi Ramadan dan Idul Fitri

JAKARTA-Menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H, pemerintah melakukan antisipasi