Minimnya Sentimen Positif

Senin 18 Mar 2013, 12 : 00 pm
by
SAHAM
ILustrasi

JAKARTA-Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (19/3) diperkirakan kembali melemah karena tekanan negatif dari eksternal atas kegagalan lelang obligasi Italia yang tidak mencapai target.

“Rupiah diperkirakan bergerak di posisi 9.680-9.720 per dollar Amerika Serikat (AS),” ujar analis valas PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, Senin (18/3).

Menurut dia, sentimen positif eksternal belum mendukung penguatan rupiah, terutama masalah Eropa.

Tekanan ini kian menguat setelah lelang obligasi atau buy back obligasi  Italia tidak mencapai target.

Beberapa lembaga rating juga merilis data yang menunjukan ekonomi Eropa masih suram.

Data-data ini membuat pelaku pasar kembali khawatir dengan kembali memburuknya krisis utang zona euro.

Kekhawatiran kian memuncak setelah skema bailout yang ditawarkan zona euro untuk Siprus dikhawatirkan dapat memicu bank rush.

“Jadi, sentimen positif eksternal sangat minim sehingga menekan rupiah,” kata dia.

Dia menilai, meningkatnya permintaan dollar AS dipicu dari kenaikan penjualan ritel AS menjadi 1,1 persen dari sebelumnya 0,2 persen, juga data klaim pengangguran dan neraca lancar AS yang cukup positif sehingga menunjukkan berlanjutnya pemulihan pertumbuhan ekonomi di AS.

Tetapi beberapa analis justru merilis data pengangguran AS ke depan yang diperkirakan masih akan membesar.

“Survey keyakinan bisnis di China yang belum positif juga turut menekan rupiah,” kata dia.

Dia menambahkan depresiasi kurs rupiah juga masih dipicu oleh melemahnya mata uang euro setelah Fitch Rating menurunkan peringkat utang Italia menjadi BBB+ (triple B plus) dengan outlook negatif.

Dari internal, tekanan terhadap rupiah belum juga mereda. Penyebabnya adalah keseimbangan necara berjalan yang masih negatif.

Kondisi ini menekan rupiah.

“Rupiah masih akan terus tertekan. Namun, Bank Indonesia (BI) masih standby di pasar untuk menjaga pelemahan rupiah,” pungkas dia.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Uang Beredar Juni 2014 Sebesar Rp3.861,7 Triliun

JAKARTA-Pertumbuhan likuiditas perekonomian M2 (Uang beredar dalam arti luas) pada
OJK

OJK Terbitkan Keputusan Tentang Daftar Efek Syariah

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner OJK