Pendapatan Hotel dan Restoran di Tangsel Anjlok 90%

ilustrasi

TANGERANG- Mayoritas Hotel dan Restoran di Tangerang Selatan (Tangsel), tutup atau menghentikan sementara operasionalnya, akibat Covid-19. Dengan begitu, pendapatan aerah dari pajak hotel dan restoran dipastikan jeblok.

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangerang Selatan, mengakui kehilangan pendapatan hingga 90 persen sejak minggu ketiga Maret 2020.

Saat ini, hanya beberapa saja hotel dan resto yang masih beroperasi, dengan mengandalkan tak lebih dari seperempat pekerjanya. Sisanya, dirumahkan.

“Mayoritas sudah pada tutup. Sekitar 80 persen hotel dan resto di Tangsel, tidak beroperasi,” tegas Ketua PHRI Tangsel, Gusri Efendi, Kamis (9/4/2020).

Dengan tidak beroperasinya bisnis hotel dan restoran, maka 300 jenis usaha pendukung industri tersebut, juga ikut terseret pelemahan ekonomi. 

Baca :  Sidang Isbat Digelar 1 Syawal Jumat 22 Mei 2020

“Bisnis hotel dan restoran itu turunannya banyak sekali, dari pertanian sayur mayur, buah, penyuplai ikan, ayam, daging sampai londri. Ini babak belur. Maka ini harus segera dicar solusinya,” kata pemilik usaha restoran di Tangsel ini.

Menurut dia, setiap tahun, industri Hotel dan restoran di Tangsel, bisa membukukan pendapatan hingga Rp3,4 triliun. Dengan kata lain, mampu menyetorkan pajaknya  hingga mencapai Rp300 miliar pertahun.

“Sumbangan pajak kita untuk daerah sangat besar, setahun hotel dan restoran di Tangsel, penerimaannya mencapai Rp3,4 triliun. Pajaknya, sampai Rp300 miliar,” terang dia.

Pihaknya sangat berharap, Pemerintah segera bisa menangani persoalan Pandemi saat ini. Agar, ekonomi rakyat bisa kembali hidup. Sehingga tidak menimbulkan efek yang lebih besar.

Baca :  Kelegaan Dunia Pajak Dalam Ketidakpastian

“Ini harus segera Dinas-Dinas terkait melakukan sesuatu. Jangan sampai, dari persoalan kesehatan, timbul masalah sosial, keamanan dan lainnya,” kata Gusri