Said Abdullah: Kontes Sapek Sonok Harus Go Internasional

Cawagub Jatim, MH Said Abdullah

SUMENEP- Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Said Abdullah bertekad  menjadikan kontes  sapek sonok atau lomba menghias sapi sebagai agenda rutin pemerintahan Propinsi Jawa Timur.

Langkah ini diyakini mampu menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Potensi budaya Jawa Timur, khusus Madura sangat besar. Selain karapan sapi yang memang sudah mendunia, masih banyak budaya lokal madura yang bisa go internasional. Salah satunya ya sapek sonok,” ujar Said Abdullah, usai membuka pagelaran sapek sonok di lapangan Duwak Labuh Desa Dhalaman, Kecamatan Gending,  Kabupaten Sumenep, Sabtu (1/6).

Menurut dia, Madura sangat kaya dengan budayanya. Bukan hanya karapan Sapi yang sudah mendunia, tetapi sapek sonok juga memiliki potensi mendunia.

“Kalau tradisi sapek sonok ini dirawat, dilestarikan, budaya yang tidak terpisahkan dari masyarakat Madura ini pasti akan bisa go internasional,” jelas dia.

Baca :  Bambang-Said Usung APBD Responsif Gender

“Saya sudah terbiasa melakukan kegiatan budaya sapek  sonok. Karena mau tidak mau, suka atau tidak suka, sapek sonok ini bagian dari kekayaan kami orang Madura,” tutur dia.

Semestinya kata Said, pemerintah memberikan tempat yang sama bagi pengembangan budaya lokal masyarakat Jawa Timur ini.

“Apakah itu karapan sapi atau sapi sonok, macopat, saronin, itu kekayaan-kekayaan budara Madura yang tidak boleh punah. Karena kami ada karena kekayaan-kekayaan budaya itu,” imbuh dia.

Oleh karena itu, jika Bambang-Said dipercaya masyarakat Jawa Timur untuk memimpin maka sapek sonok akan diperlakukan sama dengan karapan sapi.

“Ada piala gubernur untuk kebudayaan sapi sonok yang digelar rutin,” tutur dia.

Baca :  Bambang-Said, Siap Berdayakan Kaum Perempuan

Said mengaku, pagelaran sapek sonok ini sudah menjadi agenda rutin.

“Setelah itu, bulan depan ada 3 tempat pagelaran sapi sonok yaitu Amputen, Batu Putih dan Lembang. Ini sudah lebih masal dan lebih masiv dari karapan sapi. Bayangkan hari ini saja, peserta lomba sapi sonok ada 54 ekor  pasang sapi,” jelasnya.

Cawagub yang biasa disapa Bang Said ini mengaku sapek sonok ini luar biasa.

Dukungan masyarakat Madura demi kemajuan tradisi sapek sonok ini sangat besar.  

“Kalau orang tidak punya keinginan yang kuat melestarikan trasidi ini, tidak mungkin memelihara sapek sonok. Bayangkan saja, biaya pemeliharaannya Rp 1 juta per bulan. Besar biayanya,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Said mengatakan upaya membawa sapek sonok ini ke pentas internasional tak akan berhasil tanpa dukungan pemerintah.  

Baca :  Said Minta Junjung Tinggi Etika Demokrasi

Karena itu, Said berharap agar  pemerintah harus turun tangan melakukan promosi tentang potensi budaya Madura ini.

“Jangan seperti sekarang ini, tidak ada perhatian dari pemerintah. Hampir tidak ada pejabat pemerintah, baik itu kabupaten atau kecamatan saat lomba sapi sonok ini. Padahal, kalau ini dikelola, bisa menjadi salah satu sumber devisa bagi masyarakat,” kata dia.

Memang jelas Said, Dinas Pariwisata tidak peduli dengan budaya lokal ini.

“Karena itu, saya bertekad, ini akan menjadi bagian dari program pemerintah propinsi. Supaya masyarakat Jawa Timur tahu bahwa kami punya tradisi Sapi Sonok. Kalau sapi sonok ini mendapat perhatian internasional, otomatis devisa akan datang dengan sendirinya,” pungkas dia.