Semester Pertama, Kerugian Bank Jago Bengkak Jadi Rp50,91 Miliar

ilustrasi

JAKARTA-Pada Semester I-2020, PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengalami kenaikan rugi bersih menjadi Rp50,91 miliar dari Rp14,16 miliar pada periode yang sama di 2019.

Peningkatan kerugian tersebut dipengaruhi oleh kenaikan beban operasional selain bunga yang mencapai Rp79,57 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi ARTO yang dilansir Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (23/9), pada paruh pertama 2020 jumlah pendapatan bunga Bank Jago meningkat menjadi Rp41,26 miliar dari Rp27,18 miliar pada Semester I-2020.

Bahkan, selama enam bulan pertama tahun ini ARTO mampu menekan beban bunga menjadi Rp14,65 miliar dari Rp19,48 miliar pada Semester I-2019.

Sehingga, pendapatan bunga bersih Bank Jago di semester pertama tahun ini tercatat mencapai Rp26,61 miliar.

Namun, selama enam bulan pertama tahun ini perseroan mencatatkan beban operasional selain bunga mencapai Rp79,57 miliar dari Rp25,38 miliar.

Padahal jumlah pendapatan operasional selain bunga tercatat menurun menjadi Rp2,02 miliar dari Rp3,41 miliar di Semester I-2019.

Per 30 Juni 2020, total liabilitas ARTO menurun menjadi Rp434,8 miliar dari Rp639,88 miliar pada 31 Desember 2019.

Sedangkan, jumlah ekuitas Bank Jago per 30 Juni 2020 tercatat sebesar Rp1,27 triliun atau lebih tinggi dibanding posisi per 31 Desember 2019 yang senilai Rp681,18 miliar.