Terima Pengurus IMM, Presiden Cerita Pengalaman Naik Hercules Hingga Pesawat CN

Presiden Jokowi memberikan sambutan saat menerima Ketua Umum PP Muhammadiyah dan pengurus serta anggota IMM, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/8

JAKARTA-Presiden Joko Widodo bercerita pengalamannya menumpang berbagai jenis pesawat udara saat berkeliling Indonesia, dari Hercules hingga jenis CN.

“Saudara-saudara ke sini naik Hercules, bener?? Enak ndak? Enak? Enak? Bener? Apa itu, pengap. Ini blak-blakan namanya. Enak tapi pengap, gitulah,” kata Presiden Jokowi saat menerima Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir beserta pengurus dan anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/8).

Presiden mengaku pernah naik semua jenis pesawat terbang. Misalnya, pesawat jenis CN, yang tidak interior atau pengedap suaranya. Sehingga kalau naik pesawat jenis CN disuruh memakai pelindung telinga.

“Tapi saya nggak pernah pakai. Sudah, saya dengerin aja. Tahu-tahu tidur saya,” kata Presiden Jokowi yang disambut tawa ringan seluruh hadirin di acara tersebut.

Baca :  Soal Kereta Cepat, Presiden Utus Sofyan Djalil Temui PM Jepang

Presiden Jokowi mengakuu, helikopter yang sudah berapa tahun juga masih dipakai juga meski suaranya seperti itu. “Mungkin suaranya lebih, bunyinya lebih seram daripada Hercules,” ujarnya.

Presiden menegaskan, negara Indonesia ini sangat besar. Apalagi, tidak semua daerah memiliki landasan pesawat terbang yang memadai.

“Dari satu pulau ke pulau yang lain bisa pesawat tapi juga banyak yang tidak bisa dengan pesawat, dengan helikopter. Atau dari kabupaten ke kabupaten enggak mungkin juga dengan pesawat, ya helicopter,” jelasnya.

“Ya itulah gunanya infrastruktur. Kalau enggak ada itu, saudara-saudara bisa bayangkan negara kita sebesar ini, 17.000 pulau, 514 kabupaten dan kota, 34 provinsi, bayangkan semua harus ada airport-nya, itu semua harus ada pelabuhannya,” ucap Presiden Jokowi seraya menambahkan, memang kalau kepulauan pasti harus ada pelabuhannya, enggak kecil enggak besar enggak sedeng pasti harus ada.

Baca :  Jokowi Tegaskan Natuna Adalah NKRI