Ahok & Rumah Lembang Menjadi Daya Tarik Warga dan Artis

56
Cagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menerima warga di Rumah Lembang

JAKARTA-Antusiasme warga yang datang menemui Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama sejak Rumah ‘Rakyat’ Lembang dibuka untuk umum pada hari pertama (14/11) sekitar 317 melonjak menjadi 925 dihari ke 10 (25/11) .

Sekretaris Tim Pemenangan Basuki-Djarot, Ace Hasan Syadzily mengatakan total jumlah warga yang datang mengadu, melaporkan atau sekedar memberikan dukungan moril untuk Basuki-Djarot mencapai 7255 orang. ”Sedangkan jumlah donasi yang masuk sejak Rumah Lembang dibuka selama 10 hari kerja untuk warga Jakarta mencapai Rp Rp 317.520.000,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (27/11).

Rumah “Rakyat” Lembang ini menjadi tempat bagi Basuki menerima aduan seputar permasalahan pembangunan dan pelaksanaan program pemerintah di Jakarta seperti lazim dilakukannya setiap pagi di pendopo Balai Kota DKI selama menjadi Gubernur.

Mulai pukul 08.30 hingga 10.30WIB, Cagub Petahana DKI Jakarta ini menerima pengaduan warga. Setelah itu dilanjutkan dengan berfoto bersama Basuki hingga pukul 12.00.

Ace menjelaskan,tak hanya warga, sejumlah artis papan atas Indonesia juga turut memberikan dukungan moril kepada pasangan Basuki-Djarot.

Diantaranya, Koes Hendratmo, Cathy Sharon, Luna Maya, Aura Kasih, Andien, Debbie Sahertian, Ari Wibowo, Ira Wibowo, Memes dan Sofia Latjuba serta Marini. Bahkan penyanyi Memes pun ikut mendukung bersama kelompok Suara Mahardika

Selain warga dan sejumlah artis, kelompok ibu-ibu pengajian dan majelis taklim juga datang ke Rumah Lembang menemui Basuki.

Selain warga DKI Jakarta,ujarnya Basuki juga mendapat apreasiasi dari warga dari luar Jakarta. Mereka mengaku datang ke Rumah Lembang untuk memberikan dukungan dan berfoto bersama petahana cagub nomor urut 2 itu.

Bahkan, beberapa warga Indonesia yang bermukim di luar negeri antara lain,Amerika Serikat, Inggris,  Rotterdam, Jerman, Paris, turut memberi dukungan bagi pasangan nomor urut 2 ini. “Adapun pengaduan dari warga ini beragam, mulai dari kemacetan dan ketertiban lahan parkir, pembangunan rumah susun, serta gaji guru, sampah dan pasar.Pengaduan terbanyak datang dari warga seputar permintaan gaji guru honor agar setara dengan UMP. Ada juga yang minta agar pengawai honorer diangkat menjadi pengawai tetap,” pungkasnya.