Ahok Urutan Pertama Hasil Survei Golkar

Ahok Urutan Pertama Hasil Survei Golkar

125
0
BERBAGI
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

JAKARTA-Popularitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok semakin tak terbendung. Hasil survey internal partai Golongan Karya (Golkar), nama bakal calon gubernur petahana ini menduduki urutan pertama mengungguli 5 pesaingnya. “Selain Ahok, ada beberapa nama yang masuk survei pertama Golkar, yakni Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Syafrie Syamsuddin, Tri Rismaharini, Djarot Saiful Hidayat, Idrus Marham dan Nurul Arifin. Ahok tetap yang tertinggi,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Zainuddin M.H. di Jakarta, Senin (23/5).

Untuk Pilkada DKI Jakarta 2017 partai Golkar sesungguhnya sudah mempersiapkan diri dengan cermat. Langkah pertama melakukan survei pada hampir 1.800 responden di lima wilayah kota dan satu Kepulauan Seribu.

Dari hasil survei itu memang sudah terlihat gambaran siapa peringkat pertama, kedua sampai lima, dan sekarang tengah ditabulasi sehingga akan segera selesai. “Nanti kita akan umumkan ke publik dan laporkan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar,” katanya.

Dia menjelaskan, Partai Golkar memiliki mekanisme sendiri dalam menentukan calon melalui dua ruang demokrasi yang disiapkan undang-undang. “Satu, melalui sistem partai, dan satu (melalui) mekanisme independen, kita lihat perkembangan ke depan di ruang mana,” terangnya.

Ahok sendiri mengakui sudah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Sabtu (21/5). Dia menyebut Setya mendukungnya untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 mendatang. “Ya secara pribadi pasti dukung. Saya pun kaya teman lama. Dia buat disertasinya saja tentang saya kok. Secara pribadi ya dukung,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin (23/5).

Walaupun mendapat dukungan dari Ketua Umum Partai Golkar, Ahok belum berani mengatakan partai tersebut juga memberikan dukungan kepadanya. Sebab, partai memiliki proses pengambilan keputusan dan tak sama dengan keputusan pribadi. “Duduk makan (pertemuan kemarin), langsung saja itu teman-teman Golkar bilang ‘langsung saja maju lah, pasti didukung,’ tapi kan partai beda,” tuturnya.

Saat ini, dua partai sudah pasti memberikan dukungannya kepada Ahok untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 yakni Nasional Demokrat (NasDem) dan Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Sinyal positif dari partai politik ini belum membuat Ahok hendak maju diusung parpol. Ahok masih berkeras maju lewat jalur independen berpasangan dengan Kepala Badan Perencanaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono, dengan bantuan dari Teman Ahok. “Tetap kami harus menghargai Teman Ahok yang sudah kumpulkan KTP,” ujar Ahok.

Meski belum memutuskan sosok jagoannya, Partai Golkar ingin mendukung ‎calon yang elektabilitasnya tinggi. Contohnya bakal calon Gubernur DKI Jakarta incumbent, Ahok. “Ya kalau melihat dari sekarang, keberadaan Ahok masih direspons positif oleh masyarakat, kami ingin berada di belakangnya,” kata politikus Partai Golkar Nurul Arifin.

Namun kepastian Golkar mendukung atau tidak Ahok tergantung hasil pembicaraan pimpinan Partai Golkar.

Ketua DPD DKI Partai Demokrat Nachrowi Ramli mengaku tak menutup peluang mendukung calon incumbent pada Pilgub Jakarta 2017 nanti.  Namun syaratnya, calon petahana menyampaikan visi dan misinya. “Masuk dalam radar kami. Kalau misalnya mau sampaikan visi misinya kepada kami. Kami terima, petahana memiliki konsep yang brilian, kami akan terima. Kami berangkat untuk menganalisa dan evaluasi untuk mendukung yang mana,” ujarnya.