Pasca Pemilu DPD Makin Seksi

25

JAKARTA-Hasil Pemilu Legislatif 2014 akan memberi warna demokrasi bagi DPD secara kelembagaan. Alasannya banyak tokoh parpol yang kini menjadi caleg DPD. “DPR ke depan akan semakin seksi. Tetapi, yang inginkan ke depan senator DPD adalah senator yang punya kelas kenegarawanan. Kalau dulu di DPR lebih banyak dibawa ideologi kepartaiannya. Tetapi, apabila sudah masuk DPD, saya berharap yang dibawa adalah ketokohannya,” kata Ketua DPD RI Irman Gusman dalam diskusi “Pemilu 2014: Perang Tokoh Caleg Senator” di Gedung DPD, Jakarta, Rabu (19/3) kemarin.

Menurut Irman, saat ini sedikit sekali anggotanya yang tak vokal dalam menyuarakan aspirasi konstituen di daerah pemilihannya. Dalam dua periode sejarah DPD dan duakali pula Irman menjadi pimpinan DPD, caleg incumbet DPD dari dapil Sumatera Barat sekaligus peserta konvensi capres Partai Demokrat ini mengaku hanya sekitar 20 persen saja dari 132 anggota DPD periode saat ini yang vokal.

Sehingga dia berharap para politisi gaek yang pernah juga menjadi wakil rakyat di DPR dan akan bergabung ke DPD, akan memberi warna bagi lembaganya. “Jadi nanti warnanya bercampur ada merah, biru dan lainnya,” kata Irman yang mengaku senang dengan kehadiran para tokoh partai dalam bursa caleg DPD.

Lebih jauh Irman mengaku, caleg DPD berlatarbelakang politisi tidak lepas dari strategi partai politik untuk menguatkan cengkeraman kakinya di lembaga parlemen. “Di Pemilu 2009, ada kelonggaran aturan larangan politisi masuk DPD. Sehingga ada satu partai yang saya tidak sebut, punya strategi, punya target tiap provinsi harus mampu menempatkan kadernya di DPD. Sementara partai lainnya, meski berpikir ke arah itu, tapi tidak termekanisme dengan baik,” ungkapnya.

Politisi senior dari PDI Perjuangan yang kini menjadi caleg DPD Sabam Sirait mengaku tidak ada dorongan secara khusus dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar kembali ke parlemen melalui jalur DPD. “Saya masuk Ke DPD karena dorongan keluarga, yang merasa tenaga dan pikiran saya masih bisa disumbangkan untuk negara melalui DPD,” kata mantan anggota DPR tujuh periode ini. **cea