Taman Indonesia di Musium Etnologi Vatikan, Pemerintah dan KWI Sama-Sama Bangga

14
TIM PROMOSI INDONESIA Untuk Pembangunan Taman Borobudur (Borobudur Garden) dan Taman Rempah-rempah (Spice Garden) di Musium Etnologi Vatikan bertemu dengan KWI, di Jakarta, Senin (8/8).

JAKARTA-Pemerintah dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sama-sama merasa bangga dengan dibangunnya Taman Rempah-rempah (Spice Garden) dan Taman Borobudur (Borobudur Garden) di Musium Etnologi Vatikan, Italia. Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Tim Promosi Indonesia Untuk Pembangunan Taman Borobudur (Borobudur Garden) dan Taman Rempah-rempah (Spice Garden) di Musium Etnologi Vatikan bertemu dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), di Jakarta, Senin (8/8).

Dalam pertemuan itu, Tim Promosi Indonesia yang dipimpin oleh Kartini Pandjaitan Sjahrir bertemu dengan Ketua Presidium KWI, Mgr Suharyo Pr yang didampingi Sekretaris Eksekutif KWI, RD. Eddy Purwanto.

Sementara anggota Tim Promosi Indonesia yang hadir adalah Purnomo Yusgiantoro, AM Putut Prabantoro, Nia Niscaya (Kementerian Pariwisata), Suparman Sirait (Kemenko Maritim & Sumber Daya), Pratjojo Sajogjo, Eddie Ahadiah Latief, Parisianti Pradipto dan Pudjo Sambodo.

Dalam penjelasannya, Kartini Pandjaitan Sjahrir mengatakan bahwa proyek promosi telah dilakukan sejak 5 (lima) tahun lalu dengan diawali dengan penandatanganan MOU antara pemerintah Indonesia dan Vatikan. Ada dua jenis taman Indonesia yang nantinya ada di Musium Etnologi Vatikan yakni Tampan Rempah-rempah (Spice Garden) dan Taman Borobudur (Borobudur Garden). “Pada sore hari ini saya merasa bahagia karena pertemuan ini mendorong kami untuk terus melanjutkan pekerjaan. Ini merupakan pekerjaan yang membanggakan karena sebagai negara Islam terbesar di dunia, Indonesia mendapat tempat khusus di Vatikan,” ujar Kartini Padjaitan Sjahrir.

Sementara itu, Mgr I. Suharyo Pr menyetujui pernyataan Kartini Sjahrir. Ketua Presidium KWI itu mengungkapkan kekagumannya atas apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Sebagai warga negara dirinya merasa bangga karena Indonesia mendapat tempat di Vatikan. Pembangunan kedua taman itu menurut Suharyo cukup penting dalam konteks hubungan yang sudah lama terjalin antara Indonesia dan Vatikan. Vatikan adalah negara kedua yang mengakui kemerdekaan Indonesia menyusul Mesir.

Menurut rencana, peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dilakukan pada awal Oktober 2016. Dan Tim Promosi Indonesia di Vatikan berharap, Presiden Joko Widodo berkenan melakukan peletakan batu pertama.