Ekspor Oktober Menguat, Neraca Kembali Surplus

Tuesday 3 Dec 2013, 8 : 15 pm
by

BALI-Kinerja neraca perdagangan Indonesia mulai membaik ditandai dengan surplus  bulan Oktober 2013  sebesar USD 42,4 juta. Surplus ini bersumber dari neraca nonmigas surplus USD 792,2 juta, sedangkan neraca migas masih mengalami defisit sebesar USD 749,8 miliar. Secara kumulatif, neraca perdagangan selama Januari-Oktober 2013 defisit USD 6,36 miliar terdiri dari surplus nonmigas sebesar USD 4,28 miliar, sementara neraca migas defisit USD 10,64 miliar.  “Mitra dagang yang menjadi penyumbang surplus terbesar pada periode Januari-Oktober 2013 adalah India, Amerika Serikat, Belanda, Filipina, dan Malaysia,” kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi pada jumpa pers di sela-sela KTM WTO ke-9 di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Selasa (3/12).

Surplus perdagangan dengan India mencapai USD 7,2 miliar; sedangkan dengan Amerika Serikat USD 5,1 miliar; Belanda USD 2,6 miliar; Filipina USD 2,5 miliar; dan Malaysia USD 1,1 miliar.

Menurutnya, ekspor bulan Oktober 2013 mencapai USD 15,7 miliar, naik 6,9% (MoM) terdiri dari ekspor migas USD 2,7 miliar (naik 12,8% MoM) dan nonmigas USD 13,0 M (naik 5,7% MoM). Sementara total ekspor Januari-Oktober 2013 sebesar USD 149,7 miliar (turun 5,5% YoY), namun volume total ekspor dan volume ekspor nonmigas masih tumbuh masing-masing sebesar 17,6% dan 20,4% (YoY). “Ekspor beberapa negara lain yang juga mengalami penurunan selama Januari-Oktober 2013 antara lain Jepang (turun 11,4% YoY), Argentina (turun 2,1%), dan Brazil (turun 0,9%),” katanya.

Nilai ekspor nonmigas ke beberapa negara emerging market selama Januari-Oktober 2013 mengalami kenaikan yang signifikan yaitu Myanmar dengan kenaikan mencapai USD 192,8 juta. Kemudian disusul urutan berikutnya yaitu Turki, Nigeria, Rusia, Ukraina, dan Ghana yang mengalami kenaikan antara USD 74,7 juta sampai USD 149,4 juta. Demikian pula dengan ekspor nonmigas ke beberapa negara mitra dagang utama yang juga mengalami kenaikan signifikan, yaitu Amerika Serikat (USD 356,8 juta), India (USD 278 juta), dan Singapura (186,9 juta).

Produk ekspor yang mendorong peningkatan ekspor bulan Oktober 2013 antara lain kendaraan dan bagiannya, mesin/pesawat mekanik, dan alas kaki naik masing-masing 12,5% MoM; 7,0%; dan 12,4%. Sementara itu, beberapa produk manufaktur memberikan kontribusi peningkatan ekspor yang signifikan selama Januari-Oktober 2013, antara lain kapal laut meningkat USD 517,8 juta (naik 137,9% YoY) dan produk alas kaki ekspornya meningkat sebesar USD 313,3 juta (11% YoY) serta pakaian jadi yang meningkat sebesar USD 147 juta (4,7% YoY).

Lebih lanjut dia mengatakan impor bulan Oktober 2013 mencapai USD 15,7 miliar, naik 1,1% MoM. Peningkatan impor tersebut terjadi akibat peningkatan impor nonmigas sebesar 3,5% MoM menjadi USD 12,2 miliar. Komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan impor yang cukup besar antara lain binatang hidup (naik 463,3% MoM), biji-bijian berminyak (245,3%), gandum-ganduman (85,5%), ampas/sisa industri makanan (67,7%); gula dan kembang gula (55,1%); berbagai produk kimia (16,8%); Bahan kimia organik (13,8%); dan kendaraan bermotor & bagiannya (9,4%).

Secara kumulatif, total impor selama Januari-Oktober 2013 mencapai USD 156 miliar (turun 2% YoY), terdiri dari impor nonmigas sebesar USD 118,9 miliar (turun 4,4% YoY) dan impor migas USD 37,1 miliar (naik 6,7%). Kenaikan impor migas selama Januari-Oktober 2013 disebabkan oleh meningkatnya permintaan minyak mentah yang meningkat sebesar 26,4%. Sementara itu, impor nonmigas yang mengalami penurunan signifikan, antara lain kapal terbang & bagiannya dengan penurunan sebesar USD 2,2 miliar; kendaraan & bagiannya, mesin/pesawat mekanik, pupuk, kendaraan bermotor yang mengalami penurunan antara USD 656,4 juta sampai USD 1,6 miliar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

DWP Kota Bekasi Gelar Seminar IPPRISIA

BEKASI-Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bekasi bersama Ikatan Pengembang Kepribadian

Harga Beras Melonjak, Senator Yogyakarta Duga Dampak Bansos Ugal-Ugalan

JAKARTA-Harga beras secara nasional merambat naik pasca-Pemilu 2024, tembus di