IIFM menyelenggarakan 30th Board of Directors Meeting

JAKARTA-International Islamic Financial Market (IIFM) melaksanakan 30th Board of Directors Meeting di Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh IIFM serta Pimpinan dan Direktur dari Bank Indonesia, Bank Sentral Bahrain, Bank Sentral Sudan, Autoriti Monetari Brunei Darussalam, Labuan Financial Services Authority (Malaysia), Islamic Development Bank, ABC Islamic Bank, Kuwait Finance House-Bahrain, Standard Chartered Saadiq dan Credit Agricole Corporate & Investment Bank. Pertemuan ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) bertempat di kantor pusat bank sentral, Jakarta.

Deputi Gubernur BI , Dr. Hendar, menyambut kehadiran semua anggota Dewan Direksi IIFM di BI dan berharap bahwa pertemuan berjalan sangat produktif dan bermanfaat bagi seluruh peserta.

Pertemuan Dewan Direksi IIFM dipimpin oleh Chairman IIFM, Mr. Khalid Hamad Abdul-Rahman Hamad, yang merupakan Direktur Eksekutif Pengawasan Perbankan, Bank Sentral Bahrain.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia sebagai tuan rumah dari pertemuan Dewan Direksi IIFM yang keempat kalinya serta sebagai salah satu anggota pendiri IIFM. Selain itu, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Dewan Direksi IIFM atas kontribusi yang diberikan dalam mendukung keberhasilan IIFM, yang saat ini menjadi salah satu lembaga terkemuka dalam penerbitan standar internasional untuk mendukung pengembangan industri jasa keuangan syariah.

IIFM berada di barisan terdepan dari inisiatif pengembangan keuangan syariah khususnya terkait standardisasi Islamic Capital & Money Market (ICMM) dan Dewan Direksi menghargai publikasi standar dokumentasi IIFM serta pedoman Islamic Hedging dan Islamic Liquidity Management.

Dewan Direksi juga menghargai segala upaya IIFM dalam menciptakan kepastian hukum dan reformasi hukum yang diperlukan di berbagai yurisdiksi untuk memfasilitasi transaksi Islamic Hedging bersama dengan joint partner, International Swaps dan Derivatif Association (ISDA).

Dewan Direksi IIFM mempertimbangkan permintaan dan rekomendasi industri untuk mencakup standardisasi seluruh tipe kontrak keuangan syariah dan memutuskan untuk memperluas ruang lingkup IIFM terkait standardisasi trade finance dan corporate finance contracts.

Dewan Direksi IIFM menghargai upaya yang telah dilakukan oleh IIFM terkait standar Foreign Exchange Products dan dokumentasi Collateralized Liquidity Management yang akan diterbitkan pada tahun 2014, juga atas inisiasi beberapa proyek standardisasi serta untuk mencakup kontrak keuangan lainnya sesuai arahan Dewan Direksi.

Dewan Direksi memuji upaya IIFM yang telah sukses menyelenggarakan dua pertemuan konsultasi industri mengenai dokumentasi, struktur dan panduan dalam standardisasi Sukuk yang dihadiri oleh para stakeholders industri.

Mr. Alvi menyebutkan bahwa tujuan dari IIFM adalah menerbitkan lebih banyak standar yang disesuaikan dengan proses perkembangan yang komprehensif, beberapa di antaranya akan diterbitkan di tahun 2014 dan tahun berikutnya.

Selain pertemuan Dewan Direksi, IIFM dengan dukungan Bank Indonesia juga menyelenggarakan seminar industri “Islamic Capital & Money Market”. Lebih dari 200 praktisi industri Indonesia dan region terkait diberikan pemaparan oleh pembicara terkemuka dari Timur Tengah, Eropa dan Asia Tenggara mengenai aspek teknis dari Sukuk, Islamic hedging dan liquidity management tools (Collateralization & Un-Restricted Wakalah). Narasumber juga menekankan kepada upaya unifikasi industri global yang telah dilakukan oleh IIFM.

Chairman IIFM Mr. Khalid Hamad, dalam sambutannya berbicara tentang upaya IIFM dan beliau juga mendorong partisipasi yang lebih besar dari institusi Indonesia dalam pengembangan inisiatif IIFM, mengingat standar IIFM memberikan keuntungan untuk memfasilitasi transaksi cross-border dan juga mendukung transaksi bisnis domestik yang yang lebih kuat dan transparan.

Sementara Hendar, menyampaikan key note speech mengenai peluang industri keuangan syariah agar dapat memainkan peranan yang lebih signifikan dalam pembangunan ekonomi global dan menekankan kepada pentingnya kehadiran IIFM untuk memfasilitasi pengembangan industri. IIFM diharapkan dapat menyediakan standardisasi produk keuangan syariah sehingga dapat meningkatkan efektivitas dalam mencapai keterkaitan ekonomi yang lebih baik dan pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Selain agenda IIFM terkait kolaborasi cross-border dan koordinasi di antara pemerintah dan lembaga keuangan syariah, Dia menyatakan bahwa seminar industri IIFM menjadi sangat penting untuk mendukung harmonisasi dalam kegiatan perdagangan antara negara-negara yang memfasilitasi keuangan syariah.

Mr. Alvi mengucapkan terima kasih kepada Dewan Direksi IIFM atas dukungan mereka dan juga menyampaikan apresiasinya kepada BI yang menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan pertemuan Dewan Direksi dan seminar industri IIFM.