Industri Nasional Tumbuh Melampaui PDB

Friday 6 Dec 2013, 2 : 52 pm
by

BALI-Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kemampuan daya saing industri nasional. Peningkatan daya saing industri nasional sangat penting, terutama dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan mulai bulan Desember 2015.  Untuk itu,  dibutuhkan sinergi dan kerja sama yang kuat antara pemerintah dengan stakeholder terkait, mulai dari pelaku usaha, asosiasi industri, akademisi, hingga instansi lainnya termasuk Pemerintah Daerah, lembaga perbankan, dan lain-lain.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat disela-sela Forum Komunikasi Pimpinan Kementerian Perindustrian dengan Dunia Usaha dan Instansi Terkait di Bali, Kamis (5/12).

Menurut dia, perkembangan industri nasional pada Triwulan III tahun 2013 mampu tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional (PDB), meskipun di tengah gejolak perekonomian global dan perekonomian nasional yang belum stabil. Pertumbuhan industri pengolahan non-migas secara kumulatif sebesar 6,22% atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi (PDB) yang mencapai 5,83%.

Menperin mengatakan, pembentukan AEC merupakan hasil kesepakatan para pemimpin negara-negara ASEAN pada KTT ke-9 ASEAN di Bali pada tahun 2003, dengan tujuan untuk menciptakan ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal dan kesatuan basis produksi, dimana akan terjadi free flow atas barang, jasa, faktor produksi, investasi dan modal serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar negara ASEAN.

Menyadari pentingnya perdagangan eksternal dengan negara-negara di luar ASEAN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN, ditetapkan beberapa karakteristik yang menjadi kunci dari AEC 2015, yaitu: 1) a single-market and production base, 2) a highly competitive economic region, 3) a region of equitable economic development, dan 4) a region fully integrated into the global economy. Karakteristik-karakteristik kunci tersebut menunjukkan bahwa pembentukan AEC bersifat outward-looking dalam rangka menghadapi persaingan dari negara-negara di luar ASEAN.

Selain inisiatif untuk melakukan liberalisasi pasar barang, jasa dan investasi, ASEAN juga mempunyai inisiatif untuk mengintegrasikan kemampuan produksi di ASEAN dalam bentuk ASEAN Production Chain. Inisiatif ini lebih dikenal sebagai Priority Integration Sectors (PIS). “PIS terbagi ke dalam 2 bentuk, yaitu barang dan jasa,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Raih Prestasi di awal tahun 2024, Bank DKI menerima penghargaan sebagai Best Public Relation in Digital Transformation Initiative to Expand Accessibility and Increase Value Added Product and Service/Foto: Dok Bank DKI

Dorong Keterbukaan Informasi, Bank DKI Sabet Penghargaan Best PR in Digital Transformation

JAKARTA-Raih Prestasi di awal tahun 2024, Bank DKI menerima penghargaan

BRMS Naikkan Harga Saham Private Placement Jadi Rp 84 Per Lembar

JAKARTA-PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengumumkan, perseroan telah mengajukan