Peternak Sapi Dapat Kucuran Kredit BRI, Rp 60 Miliar

Kamis 1 Agu 2013, 1 : 18 pm
kompas.com

JAKARTA- Keberpihakan perbankan terhadap kalangan peternak makin tinggi. Setidaknya terlihat dari rencana PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang siap mengucurkan kredit sebesar Rp 60 miliar untuk 500 peternak sapi dan sejumlah petani sorgum (gandum) binaan PT Berdikari.  “Pembiayaan pada tahap awal sebesar Rp 60 miliar dan akan terus berkembang untuk ke depannya,”  kata Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) BRI, Djarot Kusumayakti di Jakarta, Kamis, (1/8).

Menuru Djarot, kredit ini merupakan bagian dari pembiayaan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) pola kemitraan untuk pembiayaan kepada peternak sapi dan petani sorgum binaan PT Berdikari. Juga nilai kredit tersebut akan terus bertambah sesuai kebutuhan. “Pada prinsipnya kita siap tambah sesuai kebutuhan,” tambahnya usai menandatangi kerjasama dengan Dirut PT Berdikari Librato El Arif.

Lebih jauh kata Djarot, saat ini untuk Penyaluran KKP-E secara nasional masih dikuasai BRI dengan market share sebesar 65,61 persen dengan total kredit sebesar Rp 2,9 triliun. Sebagai informasi, pada akhir 2012 lalu saja, market share BRI untuk penyaluran KKPE secara Nasional mencapai 63,55 persen, atau sebesar Rp 2,46 triliun.

Sorgum sendiri adalah tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya pada daerah-daerah marginal dan kering di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Penghentian sementara perdagangan saham TIRA terbatas pada upaya untuk melakukan cooling down

Pasar Masih Merespon Positif

JAKARTA-Pasar masih menunjukkan sentimen positif hingga pekan ketiga di tahun

Presiden Minta 7 Proyek DPR Dikaji Ulang

JAKARTA-Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada para menteri untuk mengkaji kembali