Dewan Baru Kota Bekasi Ditantang Nyalinya Bela Kepentingan Rakyat

39
Rujuk Bekasi
Diskusi Santai Rukun Jurnalis Bekasi dengan tema "Menguji Nyali Anggota Dewan Baru Kota Bekasi" di Hutan Kota Alun-alun Kota Bekasi pada Jumat (6/9/2019) malam.

BEKASI-Sejumlah anggota DPRD Kota Bekasi dari lintas fraksi yang baru saja dilantik pada 26 Agustus 2019 ditantang soal nyali dan komitmennya membela kepentingan masyarakat.

Tantantang ini disampaikan dalam Diskusi Santai Rukun Jurnalis Bekasi dengan tema “Menguji Nyali Anggota Dewan Baru Kota Bekasi” di Hutan Kota Alun-alun Kota Bekasi pada Jumat (6/9/2019) malam.

Total ada 10 anggota dewan baru hadir diantaranya Nicodemus Godjang dan Heri Purnomo (Fraksi PDI Perjuangan), Faisal dan Yogi Kurniawan (Fraksi Golkar), Latu Har Hary dan Adhika Dirgantara (Fraksi PKS), Evi Mafriningsianti dan Aminah (Fraksi PAN), Bambang Supriyadi (PPP) serta Puspa Yani (Fraksi Gerindra).

Dalam kesempatan tersebut, para anggota dewan mengemukakan komitmennya untuk berani membela kepentingan masyarakat Kota Bekasi.

Sejumlah dewan bahkan mengaku tidak gentar mengkritisi kebijakan pemerintah daerah bilamana tidak sejalan dengan kehendak masyarakat atau merugikan masyarakat.

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN, Aminah misalnya berkomitmen mendorong pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat di Daerah Pemilahannya.

“Saya ingin memperjuangkan Puskemas untuk warga Kelurahan Jatisari. Saat ini di Jatisari tidak ada Puskesmas. Warga harus ke Jatiluhur dulu untuk berobat di Puskesmas. Itulah yang ingin saya perjuangan sebagai anggota dewan,” kata dia.

Sementara itu anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan Nicodemus Godjang mengatakan, bahwa dirinya akan konsisten membela hak dan kepentingan masyarakat Kota Bekasi.

Dirinya menegaskan tidak akan takut mengkritik pemerintah toh kritik bagian dari upaya mendorong perbaikan.

“Kritik jangan dimaknai sebagai hal negatif. Kritik bagian untuk memberikan solusi serta menuju ke arah perbaikan. Jadi saya tidak akan takut dan segan melakukan kritik,” kata dia.