Aset Bank OCBC NISP Naik 23%

JAKARTA-PT Bank OCBC NISP membukukan kenaikan aset sepanjang 2013 mencapai 23% dari 2012 menjadi Rp98 triliun. Perolehan ini ditopang peningkatan laba bersih di 2013 yang mengalami kenaikan 25% atau mencapai Rp1,14 triliun.

Laporan kinerja tersebut seperti disampaikan Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja di Jakarta, Senin (10/2). “Dukungan yang kuat dari segi finansial dan nonfinansial dari Bank OCBC Singapore sebagai institusi keuangan terbesar di Asia, terus mendorong kami untuk dapat memberikan pelayanan komprehensif yang lebih baik,” katanya.

Menurut Parwati, kenaikan laba bersih didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 22% menjadi Rp3,1 triliun di tahun 2013. “Kenaikan pendapatan bunga bersih terutama didorong kenaikan penyaluran kredit sebesar 21% menjadi Rp64 triliun,” ujar Parwati.

Dia mengatakan, dari total kredit yang disalurkan, sebesar 41% untuk kredit modal kerja, kredit investasi 39 persen dan kredit konsumer 20%. Sementara itu, kredit yang disalurkan mencakup sektor perindustrian (25%), perdagangan (25%), jasa (22%), pertanian dan pertambangan (6%), konstruksi (2%) dan sektor lain-lain (20%).

Hingga akhir Desember 2013, jelas Parwati, kredit bermasalah (NPL) mengalami penurunan menjadi 0,7% dan NPL netto sebesar 0,4%

Rasio keuangan lain, kata dia, juga menunjukkan perkembangan positif, seperti rasio kecukupan modal (CAR) 19,3 %, net interest margin (NIM) 4,1%, return on equity (ROE) 11,9% dan return on asset (ROA) 1,8%. Sedangkan loan to deposit ratio sebesar 92,5% dan loan to funding sebesar 83,7%.