BI-BDCB Sepakati Kerja sama APU-PPT

Thursday 1 Jul 2021, 8 : 46 am
by
Ilustrasi

JAKARTA-Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dan Managing Director Brunei Darussalam Central Bank (BDCB), Rokiah Badar menyepakati kerja sama Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) di bidang sistem pembayaran.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang berlaku efektif mulai Juni 2021.

Gubernur BI menyampaikan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman menunjukkan komitmen BI dalam memperkokoh integritas sistem keuangan serta menjawab berbagai tantangan yang makin kompleks di bidang sistem pembayaran di kedua negara.

Selain itu, Indonesia dan Brunei Darussalam memandang perlunya sinergi dan kebijakan yang terintegrasi dalam rangka penerapan kebijakan APU PPT.

Nota Kesepahaman tersebut ditujukan untuk memperkuat kerja sama dalam penerapan kebijakan APU PPT di bidang sistem pembayaran sesuai kewenangan masing-masing bank sentral, antara lain yang berkaitan dengan kerangka hukum dan pengaturan, metode pengawasan, serta kerangka pelaporan transaksi.

Ada pun kerja sama dilakukan dalam beberapa bentuk kegiatan, seperti policy dialogue, pertukaran data dan informasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini juga merupakan wujud kontribusi BI dalam mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk menjadi anggota Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF), sekaligus menunjukkan komitmen BI dalam memerangi tindakan pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta memenuhi rekomendasi dan panduan FATF,” ujar Perry.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Tax Amnesty, Menghukum Wajib Pajak Yang Taat

Oleh: Salamuddin Daeng Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2016 tentang

Pasar Domestik Mesti Jadi Prioritas Penerbangan Nasional

JAKARTA-Masalah infrastruktur penerbangan menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Karena