Ekses Likuiditas Capai Rp39 Triliun, BBTN Yakin Kredit di 2021 Bisa Tumbuh 7%

Wednesday 9 Sep 2020, 9 : 59 pm
by
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Pahala Nugraha Mansury

JAKARTA – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Pahala Nugraha Mansury mengungkapkan, saat ini ekses likuiditas perseroan mencapai Rp39 triliun, sehingga kelebihan dana tersebut diharapkan mampu menopang kinerja pertumbuhan kredit di 2021 mencapai 7 persen.

“Kami mempunyai likuiditas sangat baik. Ekses likuiditas kami lebih dari Rp39 triliun. Tetapi, kami akan terus meningkatkan dana murah, agar kami bisa memberikan tingkat bunga yang lebih baik kepada nasabah,” ujar Pahala saat media briefing terkait program Batara Speka yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Rabu (9/9).

Menurut Pahala, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan nasional di 2020 diperkirakan sekitar 9-10 persen.

“Kalau untuk kami, pertumbuhan DPK (2020) akan berada di atas pertumbuhan nasional,” kata Pahala sembari menyebutkan bahwa pertumbuhan kredit BBTN di tahun ini akan berada di kisaran 3-4 persen dan pada tahun depan sekitar 6-7 persen.

Dia mengatakan, pertumbuhan kredit BBTN di 2021 akan berada di kisaran 6-7 persen, dengan catatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan sesuai ekspektasi sekitar 4-5 persen dengan loan demand yang terus membaik.

“Likuiditas kami sangat baik. Pertumbuhan DPK kami di 2021 akan sekitar 7-9 persen,” ucap Pahala.

Meski sejauh ini BBTN mencatatkan kelebihan likuiditas sebesar Rp39 triliun, namun jelas Pahala, pada Semester II-2020 ini perseroan terus menggenjot perolehan dana murah yang sejalan dengan upaya penambahan jumlah nasabah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

BI-MAS Sepakati Kerja Sama Keuangan Bilateral Senilai USD 10 Miliar

SINGAPURA-Bank Indonesia (BI) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) menyepakati

Tingkatkan Edukasi Wirausaha, Menko Perekonomian Gandeng Muslimat NU

JAKARTA-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian  (Menko Perekonomian) menandatangani Memorandum of Understanding