Kondisi Perekonomian Indonesia Stabil di Triwulan I 2024

Minggu 28 Apr 2024, 2 : 50 pm
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Triwulan I Tahun 2024 Hari Pertama pada Selasa (23/4/2024) di Hotel Borobudur, Jakarta.

JAKARTA  –  Kondisi perekonomian Indonesia pada Triwulan I tahun 2024 masih tergolong stabil di tengah memanasnya kondisi geopolitik global.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso saat menyampaikan keynote speech pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Triwulan I Tahun 2024 Hari Pertama pada Selasa (23/4/2024) di Hotel Borobudur, Jakarta.

“Inflasi di negara kita masih akan sangat terkendali, di 2024 ini kita mampu tumbuh di atas 5 %. Kemungkinan resesi masih jauh lebih rendah dibandingkan kemungkinan terjadinya resesi di berbagai negara lain, karena Pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengantisipasi berbagai dinamika geopolitik global,” ujar Susiwijono.

Menurut Susiwijono, semangat optimisme itu yang perlu disampaikan kepada seluruh investor di dunia bahwa berinvestasi di Indonesia, khususnya di KEK menjadi pilihan tepat mengingat Indonesia cukup kuat dari sisi ekonomi.

Untuk meningkatkan daya saing KEK diperlukan pemantauan perkembangan pembangunan, realisasi investasi, dan efektifitas fasilitas masing-masing KEK melalui rapat kerja evaluasi secara berkala.

Sementara itu, Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengungkapkan bahwa, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK memantau dan mengevaluasi keberlangsungan KEK serta merekomendasikan langkah tindak lanjut hasil Evaluasi kepada Presiden sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan KEK.

“Kami evaluasi kontribusi KEK terhadap perekonomian daerah, meliputi pertumbuhan investasi; pertumbuhan tenaga kerja, dan pertumbuhan nilai tambah bruto atau produk domestik regional bruto,” kata Edwin.

Sepanjang triwulan I tahun ini, ada 20 KEK telah mencatatkan realisasi investasi, penambahan jumlah pelaku usaha dan penyerapan tenaga kerja yang cukup positif.

20 KEK ini telah mencatatkan capaian investasi sebesar Rp 15,1 triliun, penyerapan tenaga kerja sebanyak 9.342 orang serta terdapat tambahan 19 pelaku usaha baru yang berinvestasi di KEK.

Secara kumulatif hingga triwulan I tahun 2024, 20 KEK telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 187,5 triliun dengan menyerap 126.506 orang tenaga kerja.

Dalam pengembangannya, KEK tetap mampu menopang perekonomian Indonesia, ditunjukkan dengan berbagai terobosan KEK seperti hilirisasi di berbagai bidang, mulai dari hilirisasi sumber daya alam di beberapa KEK manufaktur seperti di KEK Gresik dan KEK Sei Mangkei, hingga hilirisasi digital di KEK Nongsa.

Selain itu, juga jasa lainnya seperti Kesehatan di KEK Sanur, Pendidikan di KEK Singhasari, dan MRO di KEK Batam.

Selain itu, salah satu KEK pariwisata di Indonesia yaitu KEK Mandalika juga masih menjadi sorotan dunia dengan menjadi tuan rumah berbagai gelaran sport tourism event kelas dunia.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Menko Puan Beri Kuliah Iftitah di UIN Raden Fatah Palembang

PALEMBANG-Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan
BANK OCBC NISP

Bank OCBC NISP Syariah Raih 2 Penghargaan

JAKARTA –  Unit Usaha Syariah Bank OCBC NISP berhasil meraih prestasi