Kuartal III-2013,Laba Bank Jatim Rp681,07 Miliar

Monday 28 Oct 2013, 6 : 43 pm
by

JAKARTA- PT Bank Jatim Tbk (BJTM) mencatat pertumbuhan kinerja positif selama kuartal III-2013. Laba bank Jatim tersebut melesat tajam. Laporan kinerja perusahaan menyebutkan, laba bersih sebesar Rp681,07 miliar atau naik 28,9% dibandingkan periode yang sama di tahun 2012 sebesar Rp525,22 miliar. Pertumbuhan laba ini didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp8,67 persen dan penyaluran kredit 15,34 persen.

Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto mengatakan, kinerja positif terlihat dari pertumbuhan aset sebesar 8,09% dari Rp32,85 triliun menjadi Rp35,51 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) naik 8,67% dari Rp26,38 triliun menjadi Rp28,67 triliun.“Penyaluran kredit tumbuh 15,34% dari Rp18,66 triliun menjadi Rp21,52 triliun,” kata Hadi, saat konferensi pers di Jakarta, Senin, (28/10).

Bank Jatim juga mengalami peningkatan laba bersih atau nett profit di triwulan III-2013 sebesar 28,9% secara year on year sebesar Rp 681,07 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 525,22 miliar.

Peningkatan laba Bank Jatim ini ditopang oleh penyaluran kredit pada September 2013 yang mencapai Rp 21,52 triliun. Angka ini secara year on year tumbuh sebesar 15,34% dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Hadi merinci, kontribusi terbesar pada penyaluran kredit disumbang oleh jenis kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah melalui Kredit Pundi Kencana yang mencapai Rp 425,7 miliar pada September 2013 atau tumbuh signifikan sebesar 104,1%. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Jatim juga meningkat sebesar 83,39% secara year on year pada tahun ini, mencapai Rp 941,4 miliar pada September 2013.

Dari sisi pendapatan, pendapatan operasional perseroan mencapai Rp936,69 miliar, meningkat 33,61% dalam setahunan dari Rp701,06 miliar. Sementara pendapatan nonoperasional sebesar Rp11,84 miliar. “Pendapatan bunga bersih naik 21,61% dalam setahunan. Pendapatan bunga dari kredit yang merupakan kontributor terbesar. Pendapatan bunga dari kredit ini naik 11,36% atau ekuivalen Rp208,7 miliar. Juga dari pendapatan di bank lain (simpanan berjangka) yang naik sebesar Rp72,7 miliar atau 47,55%,” tutur Hadi.

Adapun rasio keuangan lainnya tercatat rasio kecukupan modal (CAR) 22,7%, marjin bunga bersih (NIM) 6,92%, beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 65,62%, rasio kredit terhadap DPK (LDR) 75,09%, rasio kredit bermasalah (NPL) gross 3,13%, return on equity (ROE) 19,66% dan return on assets (ROA) 3,82%.

Bank Jatim mengalokasikan dana sebesar Rp120 miliar untuk pengembangan teknologi informasi, utamanya dalam mendukung penerapan layanan internet banking untuk produk tabungan Simpeda. “Tahun depan Simpeda kita akan diperkuat dengan i-banking. Ini sudah masuk Rencana Bisnis Bank 2014,” ucap dia.

Bukan tanpa alasan, mengingat dari total dana tabungan sebesar Rp7,62 triliun pada akhir September 2013, hampir seluruhnya berasal dari produk tabungan Simpeda yang kontribusinya mencapai Rp6,77 triliun.

Menurut Hadi, perkembangan bisnis perbankan tak terlepas dari keberadaan teknologi informasi. Untuk itu, katanya, pihaknya telah menyiapkan Rp120 miliar atau 10% dari belanja modal tahun depan untuk pengembangan aplikasi dan software, utamanya untuk internet banking

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Banyak TKI Meninggal, 13 Anggota DPR RI NTT Tak Berguna

JAKARTA-Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus mengeritik keras
Vaksinasi adalah salah satu game changer penting untuk percepatan pemulihan ekonomi

Kemenkeu Bahas Kemudahan Bisnis Dengan Pengusaha Perancis

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus memperbaiki kebijakan fiskal dalam rangka