Laba Bersih KLBF Merosot 18% Jadi Rp 2,77 Triliun

Wednesday 3 Apr 2024, 7 : 24 pm

JAKARTA- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sepanjang 2023 mencatatkan laba bersih Rp 2,77 triliun atau merosot 18,05 % dibandingkan dengan capaian di sepanjang 2022 yang sebesar Rp 3,38 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Rabu (3/4/2024), total penjualan yang dicatatkan Kalbe Farma untuk Tahun Buku 2023 mencapai Rp 30,45 triliun atau mengalami pertumbuhan 5,25 % dibandingkan dengan perolehan di sepanjang 2022 yang sebesar Rp 28,93 triliun.

Namun demikian, beban pokok penjualan KLBF tercatat meningkat 8,13 % (year-on-year) menjadi Rp 18,63 triliun, sehingga laba bruto pada tahun lalu menjadi Rp 11,82 triliun atau naik tipis 1,03 % dibandingkan dengan laba bruto di 2022 yang sebesar Rp 11,7 triliun.

Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan yang dibukukan KLBF untuk periode berakhir 31 Desember 2023 tercatat senilai Rp 3,61 triliun atau melorot 19,06 % dibandingkan dengan capaian di sepanjang 2022 yang sebesar Rp 4,46 triliun.

Penurunan laba sebelum pajak di 2023 itu, terutama dipengaruhi oleh lonjakan beban penjualan sebesar 8,25 % (y-o-y) menjadi Rp 6,3 triliun, kenaikan beban umum dan administrasi sebesar 10,29 % (y-o-y) menjadi Rp 1,5 triliun dan peningkatan beban riset dan pengembangan 12,38 % (y-o-y) menjadi Rp 329,62 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2023 yang sebesar Rp 827,83 miliar, maka laba tahun berjalan KLBF menjadi Rp 2,78 triliun atau melorot 19,42 % (y-o-y).

Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 2,77 triliun atau merosot 18,05 % (y-o-y).

Per 31 Desember 2023, total ekuitas KLBF tercatat Rp 23,12 triliun atau meningkat 4,62 % (y-o-y), sedangkan jumlah liabilitas bisa ditekan 23,35 % (y-o-y) menjadi Rp 3,94 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Suku Bunga AS Akan Tetap Rendah

JAKARTA-Bursa AS kembali bergerak volatile dan ditutup melemah tipis seiring

Ditjen Pajak Libatkan BPKP Awasi Bendum Daerah

JAKARTA-Direktorat Jenderal Pajak menunjuk pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan