Neraca Perdagangan Indonesia Maret 2014 Surplus

Friday 2 May 2014, 8 : 33 pm
by

JAKARTA-Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2014, sesuai dengan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), kembali mencatat surplus sehingga akan berkontribusi positif terhadap perbaikan defisit transaksi berjalan ke level yang lebih sehat. Neraca perdagangan pada Maret 2014 mencatat surplus sebesar 0,68 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya juga  mencatat surplus sebesar 0,84 miliar dolar AS.  “Secara total, neraca perdagangan triwulan I 2014 mengalami surplus sebesar 1,07 miliar dolar AS,” ujar Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Hestu Wibowo di Jakarta, Jumat (2/5).

Dia mengatakan surplus neraca perdagangan pada Maret 2014 ditopang oleh peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas. Surplus neraca perdagangan nonmigas meningkat dari 1,57 miliar dolar AS pada Februari 2014 menjadi 2,05 miliar dolar AS pada Maret 2014 akibat peningkatan ekspor nonmigas sebesar 5,6% (mtm) seiring meningkatnya permintaan ekspor. Di sisi lain, impor nonmigas tercatat sedikit meningkat 1,9% (mtm), setelah pada bulan Februari 2014 terkontraksi sebesar 9,1% (mtm).

Berdasarkan komponen, jelasnya perbaikan ekspor nonmigas pada Maret 2014 terutama dipengaruhi pertumbuhan ekspor komoditas bahan bakar mineral, minyak nabati, dan mesin/peralatan listrik masing-masing sebesar 14,8% (mtm), 12,1% (mtm) dan 6,4% (mtm), serta ekspor mesin-mesin/pesawat mekanik yang kembali tumbuh positif 5,26% (mtm) setelah di Februari tumbuh negatif 24,4% (mtm). Sementara itu, kenaikan impor nonmigas Maret 2014 terutama dipengaruhi pertumbuhan impor besi & baja, plastik & barang dari plastik, dan serealia yang masing-masing naik 4,1% (mtm), 5,1% (mtm) dan 20,8% (mtm).

Di sisi lain, jelasnya perbaikan neraca perdagangan pada Maret 2014 tertahan oleh meningkatnya defisit neraca perdagangan migas. Defisit neraca perdagangan migas naik dari 0,73 miliar dolar AS pada Februari 2014 menjadi 1,37 miliar dolar AS pada Maret 2014. Perkembangan ini terutama dipengaruhi impor migas yang meningkat 15,8% (mtm), baik karena kenaikan impor minyak mentah maupun hasil minyak masing-masing sebesar 33,2% (mtm) dan 15,0% (mtm) pada Maret 2014. Sementara itu, ekspor migas Maret 2014 turun 3,2% (mtm) dipengaruhi penurunan ekspor gas sebesar 11,6% (mtm). “Ke depan, neraca perdagangan diharapkan terus memberikan kontribusi positif sejalan dengan pemulihan perekonomian global. Dengan perkembangan ini, BI berkeyakinan defisit transaksi berjalan keseluruhan tahun 2014 dapat ditekan di bawah 3% dari PDB,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

PT Samudera Indonesia Tbk

Tumbuh 8,3%, Uang Beredar Desember Capai Rp 8.525,5 Triliun

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam

Jiwasraya Sudah Bobrok dari Era SBY Tahun 2004

JAKARTA-PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang kini tengah dirundung kasus sebenarnya