Pacaran Sehat Secara Keuangan

Ilustrasi

Oleh: Dimas Ardhinugraha

Pacaran adalah proses menuju komitmen hidup senang maupun susah. Rasa sayang kepada pasangan sering diekspresikan dengan cara memanjakan. Namun tentu saja ada batasan dalam memanjakan pasangan. Seperti apa, mari simak penjelasan Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Terbuka dengan pasangan

Sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan pasangan, ada tahapan yang harus dilalui oleh setiap pasangan, yaitu tahap berpacaran. Tahap berpacaran sering disebut sebagai tahap pendekatan dan mencari kecocokan sebelum menuju tahap yang lebih serius dalam berkomitmen (menikah).

Tahap pendekatan adalah saatnya mengenal pasangan dan level kompromi yang dapat kita berikan satu sama lain. Saatnya untuk saling terbuka, menjadi diri sendiri apa adanya. Kejujuran sangatlah penting dalam membina hubungan, termasuk jujur dalam keuangan. Apakah keuangan yang kita miliki sudah 100% mandiri adalah hasil keringat sendiri atau masih ada bantuan dari orang tua?

Baca :  Bangun Jembatan di Gunungpati, MAMI Salurkan Dana Purifikasi Rp 364 Juta

Sesuaikan dengan kemampuan

Ketika menunjukkan rasa sayang kepada pasangan, adakalanya kita akan memberikan barang-barang yang harganya tidak murah. Bagi pasangan yang sering dimanjakan, apakah harga diri bisa terbeli dengan pemberian berlebihan? Sementara bagi yang suka memanjakan pasangan, coba tanyakan apakah pasangan masih akan menyayangi kita seandainya tidak punya uang.

Ketika memberi suatu benda materiil kepada pasangan, sesuaikan dengan kondisi kantong, jangan sampai berutang yang justru akan memberatkan kondisi finansial masa depan. Memasuki tahap ini, biarkan hati bekerja untuk menjajaki kecocokan secara wajar, murni, tanpa kepalsuan dan emosi atas kekayaan atau keserakahan.

Mulai atur pola manajemen keuangan

Saat kedua pasangan sudah yakin dengan pilihannya dan berani menatap hari depan bersama, langkah berikutnya adalah mulailah perencanaan rumah tangga. Bagaimana membangun keluarga mandiri ke depannya, termasuk mandiri secara keuangan.

Baca :  MAMI: Pemulihan Pasar Masih Terus Berlanjut di 2017

Langkah pertama adalah pengaturan pola manajemen keuangan. Masing-masing harus bisa mengetahui berapa pengeluaran setiap bulan, berapa utang yang dimiliki serta berapa aset yang dimiliki. Jangan lupa untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk investasi, demi masa depan yang lebih baik. Masih ada tahapan berikut yang membutuhkan perencanaan keuangan yang matang: menikah, memiliki anak, sekolah anak, rumah, hingga persiapan pensiun.

Dalam hal ini keterbukaan finansial menjadi faktor penting. Sudah ada saling percaya, bahkan mulai tumbuh saling ketergantungan. Dan semua kepercayaan dan saling terbuka ini tidak akan terjadi, jika tidak dilatih sejak awal pacaran. Biarkan hati yang menjajaki secara murni kecocokan masing-masing. Pacaran adalah proses mencari kesiapan untuk hidup senang maupun susah secara bersama. Inilah yang disebut pacaran yang sehat finansial.

Baca :  Renovasi Sekolah, MAMI Salurkan Dana Purifikasi Reksa Dana MSSA Rp 148 Juta

Penulis adalah Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) di Jakarta