Soal UU Minerba, Komite II DPD RI Awasi Hilirisasi Sektor Pertambangan

Tuesday 26 Mar 2024, 2 : 31 pm
Komite 2 DPD RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik/Foto: Dok DPD RI
Komite 2 DPD RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik/Foto: Dok DPD R

GRESIK– Komite 2 DPD RI melakukan kunjungan kerja dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan UU Minerba, ke Kabupaten Gresik, Selasa (26 Maret 2024).

Kegiatan kunjungan kerja di Kabupaten Gresik juga dimulai dengan melakukan tinjauan lapangan ke PT Smelting yang merupakan smelter tembaga pertama yang dibangun di Indonesia.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Kantor Bupati Gresik untuk berdiskusi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Bustami Zainudin, Wakil Ketua Komite 2 DPD RI, dalam pembukannya menyampaikan bahwa DPD memutuskan untuk melakukan kunjungan kerja ke Gresik mengingat Kabupaten Gresik merupakan salah satu sentra utama program hilirisasi sektor pertambangan.

“Komite II menyepakati memilih kunjungan kerja di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Gresik karena daerah ini merupakan salah satu sentra utama program hilirisasi sektor pertambangan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan salah satu semangat utama dari UU Minerba yaitu hilirisasi sektor pertambangan di Indonesia”, ujar Bustami Zainudin, senator asal Lampung.

Acara diskusi dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah, beserta seluruh jajaran pemerintahan di Kabupaten Gresik.

Dalam sambutannya, Aminatun juga menekankan pentingnya kegiatan kunjungan kerja dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan UU Minerba ini.

“Pengawasan ini tentunya sangat penting dilakukan mengingat dengan pengawasan ini maka akan didapatkan pemahaman mengenai situasi terkini terkait program hilirisasi sektor pertambangan mineral dan batu bara di tingkat daerah dan nasional”.

Diskusi dipimpin langsung oleh Bustami Zainudin. Bustami memberikan kesempatan kepada seluruh peserta diskusi yang dihadiri baik dari perwakilan Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat, pengusaha daerah, maupun dari LSM untuk menyampaikan pandangan dan mengemukakan permasalahan yang ada di daerah.

Sejumlah permasalahan dan masukan dikemukakan oleh para peserta.

Mulai dari permasalahan infrastruktur daerah sebagai penopang program hilirisasi pertambangan, dampak lingkungan dari keberadaan tambang dan industri hilir, permasalahan perizinan, hingga permasalahan rendahnya pemanfaatan dolomit, yang merupakan salah satu komoditas tambang utama di Kabupaten Gresik, dalam program hiliriasi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Laba Bersih MAYA di 2020 Diproyeksikan Turun 35,41% Jadi Rp341 Miliar

JAKARTA-PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) memproyeksikan laba bersih perseroan

BNI Dukung Sosialisasi NIT dan IKD Dukcapil Kepada Diaspora di Hong Kong

JAKARTA-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai bank milik