BI Terus Jaga Rupiah

Monday 6 May 2013, 5 : 58 pm
by

RAKARTA-Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (7/5) diperkirakan kembali menguat karena ketatnya penjagaan Bank Indonesia (BI) yang selalu berada dipasar uang memantau aktifitas rupiah. “Rupiah diperdagangkan dikisaran 9.735-9.745 per dollar Amerika Serikat (AS),” ujar analis valas PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin (6/5).

Menurut dia, tidak ada sentimen yang signifikan yang mempengaruhi pergerakan rupiah.  Bahkan publikasi data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal I-2013 dianggap pasar mengecewakan. Sebab, angkanya hanya tumbuh 6,02 persen atau di bawah perkiraan 6,18 persen. “Ini negatif bagi rupiah,” jelas dia.

Selain tidak memenuhi ekspektasi, tegas dia, angka PDB tersebut merupakan laju pertumbuhan paling lambat sejak kuartal III-2010. “Ini mengindikasikan kejatuhan volume impor barang modal, memicu perlambatan pertumbuhan investasi,” ujar dia.

Dia menjelaskan, pergerakan rupiah juga dibayangi sentimen dari eksternal. Salah satunya dari bank sentral India yang menurunkan suku bunga dari 7,50 persen ke 7,25 persen. Penurunan itu dipersepsikan akan diikuti oleh bank sentral Asia Pasifik lainnya. “Jadi, sentimen dari mata uang Asia yang menjadi faktor tertahannya rupiah pada level sekarang ini. Yen Jepang sebagai mata uang utama Asia masih dijaga melemah tetapi pergerakan pelemahannya cenderung melambat ketika yen mendekati 100 per dollar AS,” imbuh dia.

Namun demikian kata dia, rupiah tidak akan melemah tajam.  Sebab isu kenaikan harga BBM subsidi ikut mendukung stabilitas rupiah dengan ekspaktasi bisa mengurangi permintaan impor hasil minyak yang selama ini cukup besar menekan impor. “Kenaikan harga BBM subsidi juga bisa membantu kesehatan anggaran pemerintah,” urai Lana.

Disamping itu lanjut dia, penjagaan BI terhadap nilai tukar domestik itu di tengah sentimen negatif penurunan proyeksi peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) mampu menopang rupiah. “BI masih menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga pergerakannya searah dengan laju IHSG BEI yang berada di area positif,” pungkas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Berencana Lunasi Obligasi, BALI Teken Pinjaman Rp800 Miliar dari IIF

JAKARTA-PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) mengumumkan bahwa perseroan menerima

Prediksi 2023, Pertumbuhan Ekonomi Sekitar 5,3% Bakal Ditopang Investasi

JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia memiliki kemampuan