Gerak IHSG Diprediksi Melemah, Koleksi ADRO, ELSA, INCO dan HRTA

Wednesday 11 Oct 2023, 10 : 14 am
by
kinerja keuangan PPRO yang positif di sepanjang Semester I-2021 akan berlanjut hingga akhir tahun ini, lantaran anak usaha PT PP (Persero) ini akan segera menggarap proyek Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.
Ilustrasi

JAKARTA-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berbalik melemah, setelah kemarin ditutup menguat tipis 0,04 persen atau sebanyak dua poin ke level 6.891.

Kemampuan IHSG untuk bertahan di zona hijau tersebut ditopang oleh dominasi aksi beli, dengan volume transaksi mencapai 18,29 miliar saham dan nilai transaksi tercatat Rp11,07 triliun atau jauh lebih besar dibandingkan perdagangan sebelumnya (6/10) senilai Rp7,95 triliun.

Menurut analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, posisi IHSG pada penutupan perdagangan kemarin terpantau belum mampu menembus Moving Average-60. Kemarin, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 6.929, sedangkan level terendah pada posisi 6.880.

“Saat ini pergerakan IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian Wave c dari Wave (ii),” kata Herditya dalam riset Daily Scope Wave untuk perdagangan Selasa (10/10).

Dia menjelaskan, pola pergerakan secara teknikal tersebut menunjukkan bahwa IHSG rawan mengalami koreksi, seiring dengan adanya potensi menguji kisaran support di level 6.747-6.820 dan sekaligus menguji Moving Average-200.

“Namun, apabila IHSG masih kuat bergerak di atas 6.840 sebagai support terdekatnya, maka IHSG berpeluang menguat untuk menguji 6.930-6.950,” ujar Herditya.

Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas menetapkan support IHSG di level 6.823 dan 6.744, sedangkan resistance-nya di level 6.913 dan 7.046.

Direkomendasikan Buy on Weakness pada saham ADRO, ELSA dan INCO, sementara itu HRTA memiliki rating trading Speculative Buy.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Basarah PDIP: Keinginan Jabatan Presiden 3 Periode Itu Faktual

JAKARTA-Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah menilai tidak ada
devisa pariwisata

Devisa Sektor Pariwisata Meningkat Mencapai 19,29 Miliar Dolar AS

JAKARTA-Devisa dari sektor pariwisata pada tutup buku 2018 meningkat mencapai