HSG Berpotensi Lanjut Melemah, Buy ADMR, BBNI, BBRI, BRIS, ISAT dan ADRO

Wednesday 27 Mar 2024, 9 : 54 am
by
ILustrasi

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini,berpotensi untuk melanjutkan proses pelemahan, setelah kemarin bergerak pesimistis di teritori negatif dan berakhir terkoreksi 0,16 persen ke level 7.365.

Pelemahan IHSG di perdagangan Selasa (26/3) dipengaruhi oleh penurunan harga pada 356 saham, sedangkan sebanyak 219 saham tercatat menguat dan ada 208 saham yang tidak mengalami perubahan harga.

Nilai transaksi kemarin mencapai Rp11,76 triliun atau meningkat dibandingkan sehari sebelumnya Rp11,38 triliun.

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Tim Riset PT CGS International Sekuritas Indonesia, koreksi lanjutan pada sejumlah indeks utama di bursa Wall Street dan tren aksi jual investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG di perdagangan hari ini.

“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahan, dengan level support di posisi 7.335 dan 7.305, sedangkan resistance-nya di level 7.395 dan 7.430,” demikian disampaikan oleh Tim Riset CGS International dalam analisis harian untuk perdagangan Rabu (27/3).

Pada perdagangan kemarin (26/3), bursa Wall Street kembali melanjutkan tren pelemahan.

Indeks Dow Jones yang sempat bergerak optimistis di zona hijau berbalik menurun di pengujung transaksi dan ditutup terkoreksi 0,08 persen.

Begitu pula dengan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing ditutup melemah 0,28 persen dan 0,42 persen.

Tim Riset CGS International juga menyebutkan, hari ini pergerakan IHSG akan mendapatkan sentimen negatif tambahan dari penurunan harga pada mayoritas komoditas, kecuali harga emas.

Untuk perdagangan saham di BEI hari ini, tim riset merekomendasikan kepada para trader agar mengakumulasi pembelian pada saham ADMR, BBNI, BBRI, BRIS, ISAT dan ADRO.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Sinkronisasi 3000 Perda Guna Menarik Investasi Nasional

JAKARTA-Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah telah menyinkronkan berbagai peraturan daerah

Ahli: Kewenangan Menetapkan Pajak Hanya Milik Presiden dan DPR

JAKARTA-Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan pada sistem