Kemendag Dorong UMKM Kebumen Optimalkan Teknologi Digital

Selasa 30 Apr 2024, 11 : 51 pm
Plt. Sekretaris Jenderal Kemendag, Suhanto, dalam pembukaan Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri (PDN) yang digelar di Hotel Mexolie, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (30/4/2024).

KEBUMEN – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku usaha mikro, kecil,   dan menengah   (UMKM),   khususnya   di   Kabupaten   Kebumen, untuk   mengoptimalkan teknologi  digital.

Hal  ini  disampaikan  Plt.  Sekretaris  Jenderal  Kemendag, Suhanto, dalam pembukaan Sosialisasi  Kebijakan  Perdagangan Dalam  Negeri  (PDN)  yang  digelar  di  Hotel  Mexolie,  Kabupaten  Kebumen,  Jawa  Tengah, Selasa  (30/4/2024).

“Pemanfaatan teknologi  digital  merupakan  sebuah  keniscayaan  yang  harus  dilakukan  seluruh pelaku  usaha,  terutama  UMKM untuk  dapat  mengembangkan  usaha. Maksudnya,  memperluas akses  pasar  yang  awalnya  hanya  di  tingkat  kabupaten  menjadi  tingkat  nasional  bahkan  pasar ekspor,   serta   meningkatkan   penjualan.   Kementerian   Perdagangan terus mendorong UMKM, khususnyadi  Kabupaten  Kebumen  untuk  mengoptimalkan transformasi digital tersebut,”papar Suhanto.

Menurut Suhanto, transformasi  digital  di  sektor  perdagangan  atau  digitalisasi  perdagangan  yang dilakukan  Kementerian  Perdagangan  terdiri  dari  digitalisasi  perdagangan  bagi ekosistem pasar rakyat  serta  mendorong  pelaku  usaha,  khususnya  UMKM  untuk onboarding di  platform  digital atau memanfaatkan internet untuk menawarkan barang dan/atau jasa.

Pemerintah  mencatat  jumlah  UMKM  yang  sudah  bergabung (onboarding) di platform digital  sebanyak  22  juta  dari target  30  juta  UMKM  yang go  digital.

Tercatat pula jumlah pelaku  usaha  yang  menggunakan  pembayaran  digital  seperti  Quick  Response  Code  Indonesia Standard   (QRIS)   mencapai   46,37   juta   dan   jumlah   penjual (merchant) sebanyak   30,88   juta, sebagian besar merupakan UMKM.

Data onboarding tersebut menunjukkan nilai positif pertumbuhan  ekonomi  Indonesia,  khususnya ekonomi digital yang diperkirakan meningkat dalam kisaran 4,7–5,5 %.

Capaian itu didukung permintaan    domestik    dan    pertumbuhan    konsumsi.

Hal    ini    juga    menunjukkan    kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih dalam kondisi baik dan stabil.

Pelaku usaha harus optimis perdagangan Indonesia akan semakin meningkat dan perekonomian nasional terus membaik.

Suhanto  menambahkan,  dari  sisi  regulasi,  untuk  meningkatkan  perlindungan  dan  pemberdayaan pelaku   usaha   dalam   negeri   khususnya   UMKM   dan   produk   dalam   negeri,   Kementerian Perdagangan  menerbitkan  beberapa  regulasi.

Salah  satunya Peraturan Menteri  Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (e-commerce).

Kementerian  Perdagangan  juga  memfasilitasi  berbagai  program  dan  kegiatan  pembinaan  bagi pelaku UMKM  untuk  berdaya  saing  di  dalam  ekonomi  digital.

Pertama,  penyelenggaraan  Hari Belanja  Online  Nasional  (Harbolnas)  yang  diadakan  setiap  Desember.

Harbolnas  mendorong pertumbuhan  penjual  baru  setiap  tahunnya  sebesar 10–20  %.

Nilai  transaksi  produk  lokal mencapai Rp12,3 triliun pada 2023 kemarin.

Kedua, pelatihan dan bimbingan bagi UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha melalui sistem elektronik.

Ketiga,  fasilitasi  UMKM  melalui  pendampingan  bagi  UMKM  untuk  dapat onboardingdi  platform digital.

Keempat,  penyelenggaraan  pameran  seperti  Trade  Expo  Indonesia  (TEI),  Pangan  Nusa, pameran mall-to-mall,    dan    lain-lain.

Kelima,    untuk    produk    fesyen,    melalui    fasilitasi penyelenggaraan  Jakarta  Muslim  Fashion  Week  (JMFW).

JMFW  2024  berhasil  membukukan transaksi  Rp 320  miliar  hanya  dalam  3  hari  pelaksanaannya  atau  meningkat  52,3  %  dari tahun sebelumnya.

Suhanto  meyakini,  tren  tersebut  harus  terus  dimanfaatkan.

Kesuksesan  produk-produk  dalam negeri  di  pasar dalam  negeri  dan pasar  ekspor  menunjukkan  kepercayaan  konsumen  terhadap keunggulan produk lokal.

“Sebagai konsumen, kita juga harus mendorong Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Konsumen  tidak hanya  merasa bangga, tetapi  juga membeli  dan  menggunakan  produk-produk buatan  dalam  negeri.  Membeli  produk  lokal berarti  kita  membeli  buatan  teman  kita,  buatan saudara-saudara  kita  se-Indonesia,  sekaligus  membantu  akselerasi  perekonomian  bangsa  untuk terus tumbuh,”ujar Suhanto.

Suhanto  menyampaikan  harapan  kepada  generasi  muda  Kebumen  yang  hadir  untuk  dapat  ikut berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital.

Selain itu, juga menyuarakan pesan dan  membantu  promosi  produk  dalam  negeri,  menggaungkan  gerakan  BBI  dengan  semangat kreativitas dan  inovasi  yang  dimiliki.

Sebab,  era digital membawa peluang  besar bagi para pelaku usaha dan wirausaha muda untuk meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Kepentingan Politik Hambat Pembahasan RUU Kepalangmerahan

JAKARTA-Pembahasan RUU Kepalangmerahan sudah 11 tahun belum jelas nasibnya. Padahal

Ini Isi Surat Sri Mulyani ke Pegawai Ditjen Pajak

JAKARTA-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menulis surat langsung yang