OJK Cabut SE Buyback Saham

Kamis 15 Mei 2014, 2 : 35 pm
by
OJK
ILustrasi

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut surat edaran (SE) terkait pembelian kembali (buy back) saham menyusul kondisi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pencabutan ini berdasarkan indikator pasar menunjukkan kondisi perdagangan saham di Bursa Efek di Indonesia sudah tidak lagi mengalami tekanan dan sudah tidak mengalami fluktuasi secara signifikan.

“Kondisi perekonomian baik regional maupun nasional menunjukkan pertumbuhan dan tren perkembangan yang positif,” ujar Deputi Komisioner OJK Manajemen Strategis I.B Lucky Fathul AH dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (15/5).

Seperti diketahui, OJK telah menerbitkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan tentang Pencabutan SE Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/SEOJK.04/2013 Tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan Dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka penetapan Kondisi Lain sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/SEOJK.04/2013 sebagai landasan bagi Emiten atau Perusahaan Publik untuk melakukan pembelian kembali sahamnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2/POJK.04/2013 tanggal 23 Agustus 2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan atau disebut POJK Nomor 2/POJK.04/2013, dicabut.

“Surat Edaran OJK tersebut mulai berlaku sejak 14 Mei 2014 sehingga sejak tanggal ini Emiten atau Perusahaan Publik tidak dapat lagi melakukan pembelian kembali sahamnya dengan landasan POJK Nomor 2/POJK.04/2013,” jelasnya.

Sementara itu, bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang telah melaksanakan keterbukaan informasi kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk melakukan pembelian kembali saham berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/SEOJK.04/2013 juncto POJK Nomor 2/POJK.04/2013 namun jangka waktu 3 bulan untuk pembelian kembali sebagaimana dimaksud dalam POJK Nomor 2/POJK.04/2013 belum berakhir, dapat meneruskan pembelian kembali saham tersebut sampai dengan program pembelian kembali selesai dalam jangka waktu 3 bulan sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 2/POJK.04/2013.

 

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Pendapatan Naik 46,8%, WTON Raih Laba Bersih di Semester I Senilai Rp60,72 Miliar

JAKARTA-PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) pada paruh pertama 2022

Takziah ke Rumah Duka Habib Zen Bin Umar, Kapolri: Beliau Saya Anggap Ayah Sendiri

JAKARTA-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan takziah ke rumah duka