Pertemuan Pertama DEWG G20, Delegasi Dukung Isu Prioritas Konektivitas Pascapandemi Covid-19

Tuesday 29 Mar 2022, 6 : 42 pm
by
Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate

LOMBOK-Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Ekonomi Digital atau Digital Economy Working Group (DEWG) G20 telah membahas isu prioritas DEWG yang pertama, yaitu Konektivitas dan Pemulihan Pascapandemi Covid-19.

Dalam pertemuan ini, para negara anggota G20 menyatakan dukungan serta berbagai masukan konstruktif terhadap konsep deliverables yang diajukan oleh Presidensi G20 Indonesia dengan fokus pendekatan yang berpusat pada manusia untuk menjembatani kesenjangan konektivitas digital.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Mira Tayyiba menyatakan bahwa forum Pertemuan Pertama DEWG secara umum juga sepakat atas pentingnya penyediaan akses telekomunikasi kepada seluruh lapisan masyarakat secara inklusif, terlebih bagi kelompok masyarakat rentan.

Para negara anggota G20 juga memberikan dukungannya untuk melanjutkan pembahasan mengenai penyediaan dan investasi infrastruktur fisik digital guna mempercepat pemulihan global pascapandemi Covid-19 termasuk bagi keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Konektivitas digital yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat menjadi semakin penting mengingat pandemi Covid-19 yang mendorong berbagai aktivitas manusia ke ruang digital di tengah keterbatasan fisik yang ada sehingga pendekatannya tidak terbatas pada aspek infrastruktur fisik saya, tetapi juga harus berorientasi human-centric. Hal ini kemudian juga berlaku terlebih lagi untuk keberlangsungan bisnis para pelaku UMKM serta mendukung aktivitas kelompok rentan,” jelas Sekjen Mira dalam Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Ekonomi Digital (1st DEWG G20) yang berlangsung secara hibrida dari Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (29/03/2022) sore.

“Dalam sesi pertama 1st DEWG Meeting kali ini, para delegasi telah menyatakan dukungannya terhadap Isu Prioritas Satu DEWG yang diangkat oleh Presidensi Indonesia. Beberapa negara anggota G20 juga memberikan berbagai masukan konstruktif berupa perluasan Isu Prioritas Konektivitas dan Pemulihan Pascapandemi Covid-19 menjadi beberapa subtopik atau agenda rinci yang lebih konkret,” ungkapnya.

Dalam sesi pembahasan Isu Prioritas DEWG yang pertama, para negara anggota juga menyambut baik usulan elevasi Digital Innovation League (DIN) dan penyelenggaraan Digital Transformation Expo (DTE) yang diajukan oleh Presidensi Indonesia.

“Para delegasi juga memberikan perhatian untuk menerapkan pendekatan multidisiplin dalam mendiskusikan konektivitas digital. Selain itu, para delegasi juga menyambut baik elevasi Digital Innovation League menjadi Digital Innovation Network sekaligus memberikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Digital Transformation Expo. Kami telah mencatat berbagai masukan yang disampaikan dalam forum untuk menjadi bahan pertimbangan serta kajian lebih lanjut,” jelasnya.

Sekjen Kementerian Kominfo Mira Tayyiba mengapresiasi partisipasi aktif berupa masukan dan saran untuk penyempurnaan isu prioritas konektivitas digital.

“Kami menghargai dukungan yang disampaikan delegasi negara anggota G20 dalam forum DEWG untuk masalah prioritas ini. Dan kami berharap untuk kolaborasi dan kerja sama lebih lanjut,” ungkapnya.

Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Ekonomi Digital dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate dan dipimpin oleh Chair DEWG Mira Tayyiba dan Alternate Chair Dedy Permadi.

Pertemuan ini diikuti secara virtual oleh delegasi negara-negara anggota G20 serta para negara maupun organisasi internasional yang diundang.

Selain itu, para Global Knowledge Partners dan National Knowledge Partners turut menghadiri pertemuan ini untuk memaparkan hasil kajian terhadap masing-masing isu prioritas yang diangkat dalam DEWG.

Dalam Presidensi G20 Indonesia, Kementerian Kominfo sebagai pengampu DEWG G20 mendorong pembahasan tiga isu prioritas yaitu Konektivitas dan Pemulihan Pascapandemi Covid-19 (connectivity and post Covid-19 recovery)Kecakapan dan Literasi digital (digital skills and digital literacy)dan Arus Data Lintasnegara (Data Free Flow with Trust and Cross-Border Data Flow).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Gema Cita Nusantara Gelar Bakti Sosial dan Penanaman Bibit Padi M70D

SUKABUMI-Ketua Pembina Gema Cita Nusantara Mayjend TNI (Purn.) Unggul K.

Melesat 36,36%, Laba Bersih PWON di 2023 Jadi Rp2,1 Triliun

JAKARTA – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sepanjang 2023,  membukukan