Potensi Pasar Industri Aneka Nasional Sangat Prospektif

Wednesday 23 Oct 2013, 4 : 14 pm
by

JAKARTA-Industri aneka merupakan industri hilir yang terus didorong pengembangannya oleh Kementerian Perindustrian karena memiliki potensi pasar yang cukup prospektif baik di dalam maupun luar negeri. Selain sebagai produk kesehatan, pendidikan dan kesenian, produk aneka juga banyak digunakan sebagai barang kebutuhan masyarakat luas. Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun pada pembukaan Pameran Produk Industri Aneka Tahun 2013 di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (22/10).

Pameran yang memilih tema “Bangga Menggunakan Produk Anak Bangsa” akan diselenggarakan selama empat hari, 22 – 25 Oktober 2013, diikuti oleh para pengusaha dan asosiasi dari Industri Anekayang menempati 47 stand, terdiri dari:17 perusahaan Industri Alas Kaki, 16 perusahaan Industri Barang Jadi Kulit, 4 perusahaan Industri Alat Olah Raga, 4 perusahaan Industri Alat Tulis, 2 perusahaan Industri Mainan, 1 perusahaan Industri alat musik, 1 Balai Besar Karet Kulit dan Plastik (BBKKP) Yogyakarta, dan 2 perusahaan Industri Pengolahan Lainnya. Dari 47 peserta pameran tersebut, sebanyak 59% produknya telah diekspor dan 41% dijual di dalam negeri.

Hingga saat ini, jumlah perusahaan produk industri aneka sebanyak  1.035 perusahaan yang tersebar di Daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, DKI, Jawa Barat, Banten, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang diserap mencapai 995.315 orang, dengan total investasi hingga saat ini Rp.19,37 triliun. Sedangkan, nilai ekspor pada tahun 2012 mencapai USD 5,96 miliyar, dengan nilai produksi Rp.55,95 triliiun dan utilisasi sebesar 59,76%.

Menurut Wamenperin, dengan adanya globalisasi perdagangan dunia, dampak yang sangat dirasakan adalah tantangan pada kemampuan daya saing industri nasional di pasar global. “Perjanjian kerjasama perdagangan dengan negara lain membuat persaingan dagang menjadi ketat dan bersaing, hal ini menjadi tantangan yang harus disikapi secara cermat oleh dunia usaha nasional yang menuntut adanya kemampuan untuk melakukan efisiensi di bidang produksi dan pemasaran, serta memberi nilai positif berupa akses pasar, akses teknologi, investasi dan peningkatan sumber daya manusia,” tegas Wamenperin.

Diharapkan, pameran ini sebagai langkah kongkrit pemerintah bersama dunia usaha dalam upaya meningkatkan promosi dan penyebaran informasi tentang kemampuan industri aneka dalam negeri untuk dapat mendorong pengembangannya secara nasional. “Pameran ini mempunyai arti penting karena menjadi ajang promosi dan penyebaran informasi atas berbagai produk aneka yang telah diproduksi di dalam negeri dan dapat menjembatani kebutuhan dunia usaha untuk membuka akses pasar, akses teknologi, investasi dan peningkatan SDM bagi pengusaha nasional”. Selain itu, melalui pameran ini, diharapkan juga masyarakat dapat lebih memahami perkembangan produk industri aneka di tengah situasi dan kondisi lingkungan usaha yang semakin dinamis dan kompetitif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Edi Hardum: Kalau Punya Etika, Jokowi Harus Mundur, Ajak Ibu Iriana Menangkan Gibran

JAKARTA-Jiwa dari Pasal 299 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang

Masih Ada 217 Hotspot, Presiden Minta Karhutla Diselesaikan Lebih Awal

JAKARTA-Presiden Joko Widodo meminta Kementerian/Lembaga (K/L) terkait untuk memberikan perhatian pada