Prinsip Syariah di Bursa Berjangka, Bappebti Terbitkan Perba No 5 Tahun 2024

Friday 29 Mar 2024, 9 : 19 pm
Sekretaris  Bappebti   Olvy   Andrianita

JAKARTA-Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi  (Bappebti) menerbitkan  Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik  Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah di Bursa Berjangka.

Perba  ini bertujuan memperkuat likuiditas transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi dan menjadikan Bursa Berjangka sebagai sarana pembentukan harga dan penyerahan   fisik, terutama pasar fisik terorganisir dengan prinsip syariah.

“Pasar fisik komoditas syariah di Bursa Berjangka yang selanjutnya disebut Pasar Fisik Syariah adalah pasar fisik terorganisir yang dilaksanakan menggunakan sarana elektronik yang difasilitasi Bursa Berjangka atau yang dimiliki Pedagang Fisik Komoditi berdasarkan prinsip syariah,” jelas Plt. Kepala Bappebti, Kasan.

Kasan menambahkan, dengan adanya Perba ini, penyelenggaraan pasar fisik syariah menjadi lebih mudah  dan  transparan  sesuai  dengan  prinsip  syariah.

Selain  itu,  yang  menjadi  fokus  dalam pelaksanaan  setiap  perdagangan  pasar  fisik  syariah  adalah  kewajiban  Bursa  Berjangka  untuk memiliki legitimasi dari dewan syariah nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Aldison menegaskan, Perba tersebut merupakan amanat Pasal 15 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka  Komoditi  sebagaimana telah  diubah dengan Undang-Undang  Nomor 10 Tahun 2011.

Penyusunan Perba Nomor 5 Tahun 2024 telah sesuai hasil uji publik dan masukan yang disampaikan PT Bursa Berjangka Jakarta dan PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia.

“Selain itu, juga memerhatikan kaidah hukum penyusunan peraturan perundang-undangan,” terang Aldison.

Adapun substansi pengaturan dalam Rancangan Peraturan Bappebti dimaksud meliputi ketentuan umum,  komoditas  yang  diperdagangkan dan kelembagaan dalam  penyelenggaraan Pasar Fisik Syariah, tata  cara  atau  mekanisme  perdagangan  Pasar  Fisik Syariah,  pengawasan Pasar Fisik Syariah, ketentuan sanksi serta ketentuan peralihan.

Sekretaris Bappebti Olvy Andrianita menuturkan, mayoritas masyarakat di Indonesia adalah muslim.

Sehingga, Perba Nomor 5 Tahun 2024 tentang  Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah  di  Bursa  Berjangka  ini  diharapkan dapat meningkatkan  kepercayaan masyarakat dalam bertransaksi di pasar fisik syariah di Bursa Berjangka.

“Komoditas  syariah  merupakan  perdagangan  komoditas  sesuai  dengan  prinsip  syariah  yang dilakukan  di  Bursa  Komoditi.  Komoditas yang  diperdagangkan  harusmemiliki  jenis,  kualitas,  dan kuantitas yang jelas, serta diperbolehkan sesuai peraturan perundang-undangan,” ujar Olvy.

Perba  Nomor  5  Tahun  2024  Tentang  Penyelenggaraan  Pasar  Fisik  Komoditi  Berdasarkan  Prinsip Syariah Di Bursa Berjangka dapat diunduh di tautan berikut: https://bappebti.go.id/pbk/sk_kep_kepala_bappebti/detail/14019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

IPO

IPO, Multikarya Asia Pasifik Raya Incar Dana Rp74,75 Miliar

JAKARTA-Manajemen PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), mematok harga

#GOTVNomorSatuDiSulsel

MAKASSAR-GOTV menasbihkan dirinya sebagai televisi lokal nomor satu di Sulawesi