Anas Urbaningrum’ Segera Gantung Diri di Monas

SURABAYA-Masih ingat dengan janji Anas Urbaningrum soal gantung diri di Monumen Nasional (Monas) Jakarta? Tampaknya, masyarakat Indonesia bakal segera menyaksikan peristiwa langka tersebut. Tapi jangan berpikiran bahwa yang bakal gantung diri tersebut adalah  Ketua Umum Partai Demokrat itu, tetapi aksi gantung diri ini dilakukan oleh duplikasi Anas dengan kualitas nomor satu (kw 1)  – nya, yaitu Ki Sabdo Jagat Royo, seorang dukun politik  asal Madura Jawa Timur.

Munculnya ide menggantikan Anas ini lantaran Ki Sabdo merasa terus menerus mendapatkan bisikkan ghoib yang terus mendorongnya untuk melakoni janji Anas tersebut.  Menurutnya, para penguasa Monas menagih janji Anas melalui dirinya. “Omongan Anas waktu itu, sudah sudah dicatat oleh penguasa  Monas. Nah penguasa yang saya maksud ini bukan manusia, melainkan makluk ghoib,” kata Ki Sabdo.

Dari bisikkan ghoib tersebut, Ki Sabdo diminta untuk melakukan ritual gantung diri, kemudian dikafani serta dipocong, layaknya orang meninggal yang hendak dikuburkan. Untuk menunjang penampilannya,  pria bernama asli Wahyu Sumarsito sudah menyiapkan foto Anas Urbaningrum.  “Nanti saat saya gantung diri, wajah saya ditutupi pakai foto Anas dan menggunakan pakaian hitam-hitam. Setelah saya ‘mati (pura-pura mati), saya dikafani dan dipocong, kemudian ditaburi bunga, layaknya orang meninggal,” tandas pria nyeleneh ini dengan nada serius.

Ia mengaku terpanggil untuk melakukan duplikasi Anas, karena tidak ingin negeri ini tambah carut marut. Ki Sabdo bahkan tidak peduli jika sebagian orang  menyebutnya gila.  Dalam catatannya sejak tahun 2009 lalu, beberapa kejadian yang sudah dibisikkan sebelumnya oleh kekuatan ghoib melalui dirinya antara lain mengenai terpuruknya Partai Demokrat, kejadian jatuhnya pesawat, kasus kebakaran di Istana negara termasuk kasus bank Century dan kasus Hambalang. Untuk tahun 2014 ini, Ki Sabdo menyampai hasil terawangannya bahwa kejadian pesawat jatuh masih akan terus terjadi. Ki Sabdo mengaku telah mengirimkan surat pemberitahuan sekaligus peringatan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun tidak pernah digubris.  “Saya mau menyampaikan langsung serta bagaimana cara mengatasinya, namun tidak didengar oleh SBY. Akibatnya ya begini, bencana beruntun, kecelakaan beruntun dan kondisi negara carut marut,” tegasnya.

Karena itu, Anas kw 1 ini berharap, setelah aksi gantung dirinya di Monas, Presiden mau mendengar masukan-masukan dan nasihatnya agar rakyat terbebas dari bencana. Rencananya, aksi nekat Ki Sabdo ini akan dilakukan minggu depan. Namun ia enggan memberitahu tanggal pastinya, karena khawatir ada pihak-pihak yang tidak suka dan menggagalkan rencananya.